Showing posts with label ASI. Show all posts

September 30, 2016

Ini Penyebab Bayi Susah Minum ASI

No comments :
Sering rewelnya bayi saat minum ASI yang diberikan ibunya, banyak membuat kendala bagi orangtuanya. Karena kesulitan saat menyusui bayinya.  
Namun, salah satu yang membuat kendala tersebut, yakni puting ibunya kecil, sehingga bayi sulit meraih dengan mulut mungilnya. Konon, meskipun ASI keluar banyak, bayi tak puas dan tidak kenyang menyusu.
Biasanya, Anda bisa mengalami pembengkakan akibat infeksi. Untuk mencegahnya, Anda bisa menyusui bayi dengan langkah tepat sebagai berikut.
Tarik puting sebelum bayi minum ASI
Membesarkan puting bisa dirangsang dengan cara ditarik. Lakukan cara ini dengan tepat sebelum bayi Anda minta ASI. Jika sudah tampak menonjol, segera berikan si kecil ASI sampai dia kenyang.
Rajin memijat payudara

Moms, ada baiknya Anda memijat payudara dnegan tangan sendiri. Langkah ini tak hanya mengencangkan payudara, tetapi juga merangsang puting agar tetap menonjol. Atau di saat Anda memerah ASI hindari penggunaan breast pump. Nah, si kecil akan semakin senang minum ASI jika puting ibu sangat menonjol. Demikian dikutip Thehealthsite, Kamis (29/9/2016).

April 18, 2015

Alergi pada Anak Bisa Dicegah Dengan ASI Eksklusif

No comments :
Anak-anak yang cenderung terkena alergi dikarenakan faktor genetik. Namun bukan berarti alergi tak bisa dicegah. Pakar mengatakan air susu ibu (ASI) merupakan zat terbaik untuk mencegah anak mengidap alergi.

"ASI eksklusif minimal 6 bulan pertama itu yang terbaik. Karena selain gizinya yang bagus untuk bayi, ASI juga mengandung sistem kekebalan tubuh ibu, yang bisa masuk ke anak untuk memperkuat antibodi dan mencegah alergi," tutur dr Zakiudin Munasir, SpA(K), Ketua Divisi Alergi dan Imunologi FKUI-RSCM.

Beberapa bayi memang diketahui menunjukkan reaksi alergi setelah meminum ASI. Terkait hal ini, dr Zaki mengatakan orang tua tak boleh buru-buru mengambil kesimpulan bahwa bayi mengidap alergi ASI.

Dikatakan dr Zaki, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu apa pencetus atau pemicu alergi yang diidap bayi. Bisa jadi, bayi ternyata bukan alergi terhadap ASI-nya, tetapi pada zat makanan yang dikonsumsi ibu.

"Misalnya anak ternyata alergi telur. Memang si anak ini kan belum makan telur karena masih ASI ekslusif, tapi kalau ibunya makan telur kan zatnya bisa masuk ke bayi melalui ASI. Akhirnya anak mengalami alergi," ungkapnya lagi.

Prof Budi Setiabudiawan, SpA(K), MKes, Ketua Unit Kerja Koordinasi Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, mengatakan bahwa sebagian besar alergi makanan yang diidap anak akan hilang setelah usia 5 tahun. Sebabnya, antibodi dan sistem pertahanan tubuh anak sudah matang.

Meski begitu, beberapa alergi memang sulit hilang. Salah satu contohnya adalah alergi terhadap makanan laut seperti ikan dan udang, serta alergi kacang. Alergi ini akan dibawa hingga dewasa.

"Yang jelas berikan ASI eksklusif kepada anak, minimal 6 bulan pertama setelah kelahiran. Kalau alergi makanan biasanya akan hilang setelah usia lima tahun karena antibodinya sudah matang," pungkasnya.
Detik