Showing posts with label pakar. Show all posts
October 27, 2015
Saat Tepat Ajari Anak Pendidikan Seksual Sejak Usia Dini
Unknown
Tuesday, October 27, 2015
anak usia dini
,
dokter cilik award 2015
,
pakar
,
pendidikan seksual
,
penting
,
sehat
No comments
:
Mengenalkan pendidilkan
seksual pada anak-anak usia dini, itu
sangat penting dilakukan oleh orang tuan, karena itu bisa dijadikan benteng
bagi anak dalam menjaga dirinya dikehidupannya sehari-hari. Namun, sebagian masyarakat
menganggap tabu dengan mengajarinya pendidikan seksual bagi anak.
Dalam sebuah acara Dokter
cilik Award 2015 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015),
seperti dari laman detik.com, terungkap ada tiga fase saat mengajari pendidikan seksual pada
anak.
"Terdapat 3 fase
dalam memberikan pendidikan seksual pada seseorang yaitu saat pra pubertas,
pubertas dan pasca purbertas," sebut Peni Handayati, M.Psi.
Fase pra pubertas jelas
Peni, seseorang akan lebih ditekankan pada peran wanita dan laki-laki dalam
masyarakat. Kemudian, akan berbeda lagi ketika memasuki fase pubertas. Materi
yang diberikan lebih pada penekanan dalam personal responsibility. Selanjutnya,
pasca pubertas atau sebelum menikah, penekanan personal responsibility akan
lebih besar lagi. Misalnya, dijabarkan bagiamana peran orang tua dalam keluarga.
"Beberapa anak-anak di Indonesia telah mendapatkan konsep pendidikan seksual seperti di Sumatera dan Kalimantan. Tetapi masih banyak anak-anak dari daerah lain belum mengetahui tentang pendidikan seksual yang berbasis bukan biologis, tetapi lebih ke moral dan responbility-nya," lanjut Peni.
Ia mengatakan, pendidikan seksual pada anak bisa diberikan dengan cara pendekatan yang berbeda, disesuaikan dengan nilai-nilai yang akan disampaikan. Peni mencontohkan, misalnya materi bahwa pria dan wanita memiliki peran yang nantinya tidak sama. Untuk itu, perlu ditekankan jika wanita harus lebih menjaga dirinya sedangkan pria harus menghormati wanita dan tidak melakukan pelecahan seksual.
Pendidikan seksual sejak dini, lanjut Peni, diharapkan bisa menjadi benteng bagi setiap anak agar tidak melakukan hal-hal yang seharusnya memang belum mereka lakukan. Selain itu, anak-anak juga diharapkan mampu memproteksi diri dan lingkungannya agar terhindar dari pelecahan seksual.
"Apabila seseorang ingin menyentuh bagian privasi terutama anak perempuan, mereka harus berani bilang tidak. Namun, apabila si pelaku tetap memaksa minimal mereka harus berani untuk teriak. Kemudian, ketika ada seseorang yang menjadi korban pelecahan seksual, kita harus mengajak mereka agar mau sharing, tetapi tidak menghakiminya," tutup Peni.
"Beberapa anak-anak di Indonesia telah mendapatkan konsep pendidikan seksual seperti di Sumatera dan Kalimantan. Tetapi masih banyak anak-anak dari daerah lain belum mengetahui tentang pendidikan seksual yang berbasis bukan biologis, tetapi lebih ke moral dan responbility-nya," lanjut Peni.
Ia mengatakan, pendidikan seksual pada anak bisa diberikan dengan cara pendekatan yang berbeda, disesuaikan dengan nilai-nilai yang akan disampaikan. Peni mencontohkan, misalnya materi bahwa pria dan wanita memiliki peran yang nantinya tidak sama. Untuk itu, perlu ditekankan jika wanita harus lebih menjaga dirinya sedangkan pria harus menghormati wanita dan tidak melakukan pelecahan seksual.
Pendidikan seksual sejak dini, lanjut Peni, diharapkan bisa menjadi benteng bagi setiap anak agar tidak melakukan hal-hal yang seharusnya memang belum mereka lakukan. Selain itu, anak-anak juga diharapkan mampu memproteksi diri dan lingkungannya agar terhindar dari pelecahan seksual.
"Apabila seseorang ingin menyentuh bagian privasi terutama anak perempuan, mereka harus berani bilang tidak. Namun, apabila si pelaku tetap memaksa minimal mereka harus berani untuk teriak. Kemudian, ketika ada seseorang yang menjadi korban pelecahan seksual, kita harus mengajak mereka agar mau sharing, tetapi tidak menghakiminya," tutup Peni.
October 06, 2015
Coba Metode Ini Turunkan Berat Badan
Unknown
Tuesday, October 06, 2015
diet
,
pakar
,
sehat
,
tubuh ideal
,
turun berat badan
No comments
:
Memiliki tubuh yang ideal pastinya idaman setiap orang,
khususnya kaum wanita. Namun, kadang para perempuan beranggapan tubuh yang
kurus itu sudah ideal, padahal belum tentu sehat, karena itu memiliki berat
badan dibawah normal dan biasanya cenderung kurang gizi.
Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik
dalam acara Peluncuran Aplikasi diet WRP Companion dan Wajah Baru di
Jakarta beberapa waktu lalu, mengatakan, tubuh langsing yang sehat dan
berbentuk dapat dimiliki semua orang secara mudah dengan melakukan diet dan olahraga.
“Diet yang
dijalankan untuk menurunkan berat badan juga harus diet sehat, bukan diet “menyiksa tubuh” yang akhirnya justru
bisa menimbulkan penyakit,” tuturnya.
Rekomendasi berat badan ideal adalah memiliki indeks massa
tubuh (IMT) yang normal, yang berarti memiliki komposisi lemak dan otot
yang ideal.
Menurut dr. Inge ada
4J yang harus diperhatikan dalam pola makan sehat untuk memiliki tubuh sehat,
langsing, dan berbentuk.
1. Jumlah
1. Jumlah
Untuk mendapatkan
Indeks Massa Tubuh yang ideal, jumlah makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan
dengan aktivitas fisik per harinya. Cukupi kebutuhan karbohidrat 55-60% dari
total kalori, kebutuhan lemak yang sehat < 30% dari total kalori, kebutuhan
protein 15% dari total kalori, serta kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan
sehat yang dikonsumsi seperti buah dan sayur.
“Timbang berat badan
cukup dilakukan satu kali dalam seminggu. Tapi, lakukan di waktu yang sama di
pagi hari. Hindari menimbang setiap hari, ini hanya akan membuat Anda stres,”
ungkap dr. Inge.
2. Jenis
Makanan yang
dikonsumsi harus bervariasi jenisnya, agar tercukupi kebutuhan karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh.
Dalam sehari sebaiknya mengonsumsi 3-4 porsi padi-padian atau gandum, 3-4 porsi
sayur dan 2-3 porsi buah, 2-3 porsi protein hewani dan nabati, serta 8 gelas
cairan termasuk air putih.
Sedangkan, gula,
minyak, dan garam berada di tingkatan porsi yang harus dibatasi penggunaannya,
yaitu 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan minyak.
3. Jadwal
Salah satu faktor
yang membantu suksesnya penurunan berat badan adalah makan teratur. Makan harus
sesuai dengan jadwal makan, yaitu tiga kali makan utama ditambah dengan 2-3
kali snack. Waktu makan yang tidak teratur berpotensi mengganggu fungsi
lambung, sehingga pada akhirnya akan mengganggu Indeks Massa Tubuh yang ideal.
“Jangan pernah
menunda atau melewatkan salah satu waktu makan, termasuk sarapan. Biasakan
selalu sarapan setiap pagi. Sudah banyak penelitian membuktikan, bahwa orang
yang melewatkan makan akan semakin sulit menurunkan berat badan, karena
metabolisme tubuhnya menurun,” jelas dr. Inge.
4. Jurus Masak
4. Jurus Masak
Untuk menurunkan
berat badan, makanan yang dikonsumsi harus dimasuk dengan “jurus masak” yang
baik dan tepat, yaitu diolah dnegan cara dikukus, direbus, ditim, dipanggang
serta kurangi mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng.
Selain menjalani
pola makan sehat 4 J tersebut, jangan lupa untuk berolahraga secara rutin
minimal 30 menit setiap hari. Kombinasi ini akan membuat Anda lebih mudah
menurunkan berat badan dan membentuknya.
September 15, 2015
Ini Manfaat Melompat-lompat
Unknown
Tuesday, September 15, 2015
lompat
,
osteoporosis
,
pakar
,
sehat
,
tulang
,
tulang kuat
No comments
:
Melompat, tak lepas dari sifatnya anak-anak,
karena senang dengan kegiatan seperti itu. Namun, tak salahnya hal serupa juga
bisa dilakukan oleh orang dewasa.
Karena melompat selama dua menit dalam
sehari saja dapat menurunkan risiko keropos tulang atau osteoporosis.
Peneliti
dari Loughborough University mengatakan, melompat-lompat dapat memperkuat
tulang pinggul pada orang tua dan mengurangi risiko patah tulang jika terjatuh.
Peneliti menemukan kembalinya kepadatan tulang di kaki setelah seseorang rutin
melompat selama satu tahun.
Studi
ini dibuktikan dengan subyek penelitian 34 pria berusia 65-80 tahun yang
mengikuti latihan melompat. Selama satu tahun, para responden diminta
untuk tidak mengubah kebiasaan makanan dan juga kegiatan fisiknya.
Hasilnya,
setelah dilakukan CT scan terlihat adanya perubahan kepadatan tulang pada kaki
pada mereka yang rutin melompat-lompat dibanding yang tidak. Dengan mengurangi
risiko osteoporosis, maka risiko mengalami patah tulang pinggul pun menurun.
Salah
satu peneliti dari Loughborough University's National Centre for Sport and
Exercise Medicine (NCSEM), dokter Sarah Allison mengatakan, patah tulang
pinggul merupakan masalah yang paling sering ditemui pada orang tua. Seiring
bertambahnya usia kepadatan tulang memang menipis. Patah tulang pinggul bukan
hanya menurunkan kualitas hidup penderitanya tapi juga membutuhkan penanganan
medis yang berat.
"Kita
tahu olahraga dapat meningkatkan kekuatan tulang dan jadi kami ingin menguji
bentuk latihan yang mudah dan cepat untuk mereka bisa lakukan di rumah,” jelas
Sarah.
Ahli
radiologi dokter Winston Rennie mengatakan, kepadatan tulang menunjukkan
perubahan signifikan setelah melakukan gerakan melompat-lompat. Untuk itu,
olahraga penting dilakukan oleh siapa pun.
Namun, gerakan melompat pada orang tua harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan dulu dengan memeriksakan diri ke dokter, apakah Anda masih aman untuk melakukan gerakan melompat
Namun, gerakan melompat pada orang tua harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan dulu dengan memeriksakan diri ke dokter, apakah Anda masih aman untuk melakukan gerakan melompat
September 12, 2015
Latihan Ini Bisa Bantu Anda Hilangkan Nyeri Otot
Menderita nyeri otot, pasti semua
merasakannya, mulai yang ringan hingga berat. Sehingga banyak yang dikeluhkan
akibat rasa nyeri yang dirasakannya.
Namun,
untuk mengelola nyeri, sebenarnya
ada beberapa latihan yang dapat membantu Anda. Seperti disampaikan dokter
spesialis Rehabilitasi Medik dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr
Sri Wahyuni, berikut ulasannya:
1. Taichi
Seni
bela diri China ini, kata Sri, sangat bermanfaat bagi orang yang kerap
mengalami masalah otot.
"Gerakannya
yang mengutamakan keseimbangan, stabilitas dan ketepatan melatih kelenturan
otot," kata dokter yang akrab disapa Ade ini di sela-sela acara diskusi
`Teknologi Terkini Atasi Nyeri.
2. Yoga
Sejumlah jurnal medis mencatat, latihan yoga
juga baik dalam manajemen nyeri otot. "Latihan ini juga dapat membantu
relaksasi dan mempengaruhi pikiran lebih tenang," ujarnya.
3. Renang
Cabang
olahraga renang, menurut Sri, disarankan untuk hampir semua kasus nyeri otot.
"Berenang
itu nggak ada beban, jadi pasien dapat melatih semua ototnya. Selain itu, tumit
juga tidak perlu bekerja keras. Latihan ini paling baik dilakukan pada kasus
nyeri lutut,pinggang pada orangtua,"pungkasnya.
September 11, 2015
Ada Kandungan Zat Pengobatan Kanker Pada Bunga Ini
Kanker,
penyakit yang selalu identik dengan sukar untuk diobati. Namun, peneliti
mengungkapkan ada 'senjata' baru dalam melawan kanker. 'Senjata' tersebut
berupa obat yang dibuat dari bunga crocus, bunga dengan kelopak berwarna ungu
dan serbuk sari berwarna kuning kemerahan. Serbuk sari bunga crocus disebut
bisa memantu menyapu bersih tumor.
Dikatakan pendiri The drug's British, Profesor Laurence Patterson, dari Bradford University obat yang dibuat dari bunga crocus itu bisa mengobati hampir seluruh jenis kanker termasuk kanker payudara, kanker usus, kanker tenggorokan, dan kanker prostat. Pada obat ini, bahan dasar yang digunakan yakni colchicine yaitu ekstrak dari crocus musim semi.
Sebelumnya, bunga crocus mesim semi diketahui memiliki bahan anti-kanker namun ternyata terlalu beracun untuk tubuh manusia. Untuk itu, para peneliti menautkan 'umpan' kimia pada colchicine yang tidak teraktivasi sampai colchicine mencapai daerah yang terkena kanker. Setelah sampai, 'umpan' kimia ini dihilangkan oleh enzim yang berada di tumor tersebut.
Sehingga, memungkinkan obat untuk merusak pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi tumor untuk tumbuh. Untuk uji coba obat ini, peneliti sudah menggunakannya pada tikus yang terkena kanker. Diketahui, satu dosis cukup untuk menghilangkan tumor.
"Timor pada beberapa mulai hilang sedikit demi sedikit dan tidak muncul kembali gejalanya. Tidak semua namun beberapa tikus. Dan itu hanya 1 dosis di mana hal ini amat tidak biasa," ujar Prof Patterson, demikian dikutip dari Daily Mail.
Ke depannya, obat ini diharapkan dapat menyembuhkan kanker yang prevalensinya cukup tinggi seperti kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru-paru. Di Indonesia, menurut dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker usus, kanker hati dan kanker nasofaring menjadi beberapa jenis kanker yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia.
"Faktor-faktor risiko kanker tidak serta merta langsung membuat orang jadi kena kanker, karena ada faktor internal seperti genetik dan juga eksternal misalnya infeksi lain yang bisa memicu sel kanker," tutur dr Sonar.
Penanganan kanker di Indonesia pun dilakukan antara lain dengan menggunakan kemoterapi, radioterapi, dan ada juga yang kini tengah dikembangkan yaitu imunoterapi. Imunoterapi merupakan terapi kanker dengan cara memperkuat sel imun dalam melawan sel kanker.
Dikatakan pendiri The drug's British, Profesor Laurence Patterson, dari Bradford University obat yang dibuat dari bunga crocus itu bisa mengobati hampir seluruh jenis kanker termasuk kanker payudara, kanker usus, kanker tenggorokan, dan kanker prostat. Pada obat ini, bahan dasar yang digunakan yakni colchicine yaitu ekstrak dari crocus musim semi.
Sebelumnya, bunga crocus mesim semi diketahui memiliki bahan anti-kanker namun ternyata terlalu beracun untuk tubuh manusia. Untuk itu, para peneliti menautkan 'umpan' kimia pada colchicine yang tidak teraktivasi sampai colchicine mencapai daerah yang terkena kanker. Setelah sampai, 'umpan' kimia ini dihilangkan oleh enzim yang berada di tumor tersebut.
Sehingga, memungkinkan obat untuk merusak pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi tumor untuk tumbuh. Untuk uji coba obat ini, peneliti sudah menggunakannya pada tikus yang terkena kanker. Diketahui, satu dosis cukup untuk menghilangkan tumor.
"Timor pada beberapa mulai hilang sedikit demi sedikit dan tidak muncul kembali gejalanya. Tidak semua namun beberapa tikus. Dan itu hanya 1 dosis di mana hal ini amat tidak biasa," ujar Prof Patterson, demikian dikutip dari Daily Mail.
Ke depannya, obat ini diharapkan dapat menyembuhkan kanker yang prevalensinya cukup tinggi seperti kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru-paru. Di Indonesia, menurut dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker usus, kanker hati dan kanker nasofaring menjadi beberapa jenis kanker yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia.
"Faktor-faktor risiko kanker tidak serta merta langsung membuat orang jadi kena kanker, karena ada faktor internal seperti genetik dan juga eksternal misalnya infeksi lain yang bisa memicu sel kanker," tutur dr Sonar.
Penanganan kanker di Indonesia pun dilakukan antara lain dengan menggunakan kemoterapi, radioterapi, dan ada juga yang kini tengah dikembangkan yaitu imunoterapi. Imunoterapi merupakan terapi kanker dengan cara memperkuat sel imun dalam melawan sel kanker.
September 09, 2015
Kerap Menguap, Lima Penyakit Ini Bisa Terjadi
Menguap, pasti selalu terjadi pada setiap orang. Tapi,
bagaimana jika itu terjadi sepanjang waktu bahkan ketika Anda telah tidur malam
selama 8 jam? Jika ya, waspadai tanda penyakit yang ada di dalam tubuh Anda.
Beberapa hipotesis muncul untuk menjelaskan alasan
kita menguap, namun para ahli hingga kini belum menemukan konsensus tentang
fenomena ini.
Dalam kehidupan sehari-hari, menguap kerap disebut
tindakan memalukan, terutama jika Anda berada di rapat atau berbicara dengan
seseorang tentang sesuatu yang serius. Menguap juga identik dengan
kelelahan.
Selain
itu, menguap juga bisa berarti tubuh Anda sedang mengirim sinyal untuk masalah
kesehatan tertentu. Seperti dikutip Boldsky, Selasa (8/9/2015)
berikut masalah kesehatan yang mungkin Anda hadapi:
5 Penyakit Yang Bisa
Terjadi Kala Anda Kerap Menguap
1. Masalah jantung
Seorang
Psikolog di Georgia Gwinnett College Lawrenceville, Ga, Steven M. Platek ,
Ph.D., mengatakan, menguap berfungsi meningkatkan aliran darah arteri dan
memungkinkan aliran darah yang lebih dingin ke otak.
Jadi
bila Anda merasa terganggu karena terus menguap tapi tidak lelah, coba ambil
tes jantung.
2. Multiple Sclerosis
Sebuah
studi terbaru menyatakan, orang yang menderita multiple sclerosis menderita
disfungsi thermoregualtory (ketidakmampuan untuk mengontrol suhu tubuh mereka)
yang menyebabkan seseorang terus menguap.
3. Gangguan otak
Alasan
lain mengapa Anda sering menguap bisa dikarenakan Anda menderita radang otak
akibat stroke. Di sisi lain, studi terbaru menunjukkan, menguap berlebihan
adalah gejala pada pasien yang menderita lesi di batang otak mereka.
4. Epilepsi
Sering
menguap juga bisa menjadi tanda penyakit epilepsi. Neurolog Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M. Pd. Ked,
sempat mengatakan, penyebab epilepsi sulit ditentukan. Maka itu, diagnosa harus
ditegakkan dengan sangat hati-hati setelah melalui anamnesis yang rinci.
5. Efek obat-obatan
Obat-obatan
yang Anda konsumsi dapat memicu rasa kantuk berlebihan. Disarankan untuk menginformasikan
kondisi ini pada dokter Anda. Sebagai contoh, obat-obatan seperti SSRI
(selective serotonin reuptake inhibitor), antihistamin menyebabkan kantuk.
September 08, 2015
Pesan Kemenkes Kurangi Dampak Asap Kebakaran Bagi Kesehatan
Unknown
Tuesday, September 08, 2015
asap
,
Kementerian Kesehatan
,
kesehatan
,
pakar
,
sehat
No comments
:
Kabut asap yang menyelimuti hampir sebagian
pulau Sumatera, akibat pembakaran lahan di hutan Riau, Jambi dan Sumatera
Selatan, serta beberapa titik api di daerah lain, dampaknya bahaya kesehatan
bagi warga, karena bisa terkena penyakit, mulai dari risiko Infeksi Saluran
Pernapasan Akut (ISPA), sesak napas, hingga risiko kanker paru.
"Kebakaran hutan ini tentu perlu di atasi secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, jangan membakar hutan untuk mendapatkan lahan kebun, upaya pemadaman kebakaran hutan, rekayasa lingkungan serta hal mendasar lainnya," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, melalui surat elektronik kepada wartawan, Senin (7/9/2015).
Untuk itu, Prof Tjandra yang juga merupakan dokter spesialis paru dari RS Persahabatan Rawamangun ini mengatakan ada lima hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak buruk.
"Kebakaran hutan ini tentu perlu di atasi secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, jangan membakar hutan untuk mendapatkan lahan kebun, upaya pemadaman kebakaran hutan, rekayasa lingkungan serta hal mendasar lainnya," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, melalui surat elektronik kepada wartawan, Senin (7/9/2015).
Untuk itu, Prof Tjandra yang juga merupakan dokter spesialis paru dari RS Persahabatan Rawamangun ini mengatakan ada lima hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak buruk.
1. Kurangi aktivitas di luar
Hindari atau kurangi aktivitas di luar
rumah atau gedung, terutama bagi mereka yang mengidap penyakit jantung dan
gangguan pernafasan. Hal ini memang tidak terlalu mudah dilakukan, tapi perlu
diupayakan maksimal.
Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah, sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya. Jika memang terpaksa harus pergi ke luar rumah atau gedung maka sebaiknya menggunakan masker.
Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah, sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya. Jika memang terpaksa harus pergi ke luar rumah atau gedung maka sebaiknya menggunakan masker.
2. Lakukan PHBS
Selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti makan bergizi,
jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain lain.
Makan makanan bergizi serta istirahat yang cukup dapat menjaga daya tahan tubuh tetap maksimal. Dengan daya tahan tubuh yang maksimal, masyarakat dapat mengurangi risiko penyakit infeksi.
Makan makanan bergizi serta istirahat yang cukup dapat menjaga daya tahan tubuh tetap maksimal. Dengan daya tahan tubuh yang maksimal, masyarakat dapat mengurangi risiko penyakit infeksi.
3. Jangan ragu berobat
Paparan asap dapat menyebabkan sesak napas, batuk-batuk hingga nyeri dada.
Segeralah berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila
mengalami kesulitan bernapas, batuk berkepanjangan, nyeri dada atau gangguan
kesehatan lain.
4. Waspada penyakit bawaan
Bagi mereka yang telah mempunyai
gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasehat kepada dokter untuk
perlindungan tambahan sesuai kondisi.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kekambuhan penyakit yang diakibatkan oleh gas dan partikulat debu yang ada di asap.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kekambuhan penyakit yang diakibatkan oleh gas dan partikulat debu yang ada di asap.
5. Lindungi makanan dan minuman
Makanan bergizi dan sumber air dapat terkontaminasi oleh asap akibat
kebakaran hutan. Untuk mencegah kontaminasi asap dan debu kebakaran hutan pada
bahan pangan maka penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.
Buah-buahan dan sayur-sayuran dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan air matang.
Buah-buahan dan sayur-sayuran dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan air matang.
Hindari Gunakan Perangkat Mobile di Bawah Sinar Matahari
Unknown
Tuesday, September 08, 2015
kanker
,
kanker kulit
,
mobile
,
pakar
,
sehat
,
smartphone
No comments
:
Telepon pintar atau smartphone, tablet, laptop, serta perangkat
mobile lainnya, saat ini sudah tidak asing lagi, karena rata-rata sudah setiap
orang menggunakanya. Tapi yang perlu diperhatikan saat menggunakannya.
Karena sebuah studi terbaru
menunjukkan bahwa menggunakan perangkat teknologi tersebut di bawah sinar
matahari bisa memicu kanker kulit.
Temuan tersebut telah
mendorong para peneliti untuk menyarankan kepada orang-orang untuk memakai krim
matahari, kacamata hitam dan kalau perlu menutupi wajah dan leher mereka jika
menggunakan ponsel di luar ruangan.
"Sinar UV yang terpantul pada layar perangkat mobile bisa memicu kanker kulit," jelas Mary Logue dari University of New Mexico, kepada Daily Mail.
Mary menambahkan bahwa menggunakan perangkat mobile di dalam ruangan adalah cara terbaik untuk mengurangi risikonya. "Namun itu jelas tidak praktis bagi kebanyakan orang," lanjut Mary.
Karena itu, para peneliti menganjurkan kepada kita untuk selalu mengenakan kacamata hitam dan tabir surya di leher dan wajah ketika menggunakan perangkat mobile di luar ruangan. Studi ini telah diterbitkan di Journal of the American Academy of Dermatology.
"Sinar UV yang terpantul pada layar perangkat mobile bisa memicu kanker kulit," jelas Mary Logue dari University of New Mexico, kepada Daily Mail.
Mary menambahkan bahwa menggunakan perangkat mobile di dalam ruangan adalah cara terbaik untuk mengurangi risikonya. "Namun itu jelas tidak praktis bagi kebanyakan orang," lanjut Mary.
Karena itu, para peneliti menganjurkan kepada kita untuk selalu mengenakan kacamata hitam dan tabir surya di leher dan wajah ketika menggunakan perangkat mobile di luar ruangan. Studi ini telah diterbitkan di Journal of the American Academy of Dermatology.
September 07, 2015
Jangan Abaikan Infeksi Gigi Pada Ibu Hamil
Bagi Anda ibu hamil jangan pernah mengabaikan infeksi gigi dan
gusi, karena itu bisa meningkatkan
risiko bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah sebesar 2,8 kali.
"Kelahiran prematur
selalu tidak diinginkan oleh dokter maupun orang tua. Bayi lahir prematur
berisiko meninggal sehingga perlu dirawat di inkubator yang biayanya tidak murah,"
kata Ginekolog Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta dr Boy Abidin
SpOG(K) di Jakarta dua hari lalu.
Menurut Boy, infeksi
gigi dan gusi seringkali tidak diperhatikan oleh ibu hamil. Padahal, kehamilan
menyebabkan terjadi perubahan tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki,
termasuk pada gigi dan gusi.
Boy mengatakan ibu hamil
akan mengalami pelebaran dan pelunakan pembuluh darah karena perubahan hormon.
Hal itu juga terjadi pada gusi dan mulut sehingga ibu hamil lebih mudah
berdarah saat menggosok gigi.
"Akibatnya, banyak
kejadian ibu hamil menjadi malas menggosok gigi karena takut akan berdarah.
Beberapa pasien saya kemudian memilih menggosok gigi tanpa menggunakan sikat
gigi. Jadi hanya menggunakan jari dan pasta gigi," tuturnya.
Namun, Boy menyarankan
ibu hamil untuk tetap rajin menggosok gigi, yaitu setelah sarapan dan sebelum
tidur. Supaya tidak mengalami pendarahan gusi, dia menyarankan untuk
menggunakan sikat gigi yang kecil dan lembut.
Menurut Boy, pendarahan
gusi yang terjadi terus menerus bisa menyebabkan kadar hemoglobin ibu hamil
menjadi turun dan berdampak pada kehamilan. Selain itu, pendarahan juga
berpotensi menimbulkan infeksi yang menjadi pintu masuk bakteri dan penyakit.
"Infeksi menjadi
salah satu faktor kesakitan dan keguguran kehamilan. Angkanya 15 persen
dibandingkan faktor lainnya," katanya.
Sementara itu, Head of
Professional Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia drg Ratu Mirah Afifah
mengatakan musuh penyakit gigi dan gusi adalah karang gigi. Sedikit saja ada
karang gigi, bisa menyebabkan penyakit yang gawat.
"Pendarahan bisa
terjadi karena karang gigi sudah mengeras. Karena itu, ibu hamil harus rajin
menggosok gigi dan rutin memeriksakan gigi," ujarnya.
April 14, 2015
Pentingnya Orangtua Mengetahui Gejala Kanker Pada Anak
Unknown
Tuesday, April 14, 2015
anak-anak
,
cegah kanker
,
kanker
,
orang tua
,
pakar
,
sehat
No comments
:
Kanker merupakan sebuah penyakit yang sangat ditakutkan, apalagi terjangkitnya pada anak-anak. Hal ini yang paling berperan dalam mengawasi serta mendeteksi gejala kanker pada anak itu adalah orangtua.
Pernyataan itu disampaikan konsultan kanker anak Rumah Sakit Dharmais Jakarta dr Edi Setiawan Tehuteru, SP AK, MHA, dalam seminar edukasi kanker pada anak, di Aula Balaikota Banda Aceh, Selasa (14/4/2015).
Menurutnya, orangtua harus memiliki pengetahuan karena kanker pada anak sangat sulit dideteksi, berbeda dengan kanker pada orang dewasa.
Karena sampai saat ini, dari sekian banyak kanker yang dapat ditemui pada anak, hanya satu jenis yang bisa dideteksi secara dini, yakni kanker bola mata atau dikenal dengan istilah retinoblastoma.
"Karenanya, penting bagi orangtua untuk mengetahui dan mewaspadai gejala kanker pada anak mengingat baru satu jenis yang dapat dideteksi secara dini," ujar Edi.
Kata Edi, deteksi dini untuk retinoblastoma dinamakan 'lihat merah'. Pemeriksaannya pun tidak harus ke rumah sakit besar, karena juga bisa diperiksa oleh seorang tenaga kesehatan yang telah dilatih sebelumnya.
"Di Puskesmaspun bisa diperiksa dengan menggunakan alat yang disebut ophthalmoscope, suatu alat untuk melihat bagian dalam dari mata anak," tutur Edi.
Menurut Edi, kanker pada anak berbeda dengan yang terjadi pada orang dewasa. Karena, kanker pada orang dewasa bisa dicegah sedangkan pada anak tidak.
Untuk itu, Edi menyarankan orangtua supaya mengajarkan anaknya menjalani pola hidup sehat dari sejak usia dini. Dengan demikian saat dia sudah beranjak dewasa, setidaknya bisa terhindar dari berbagai jenis kanker yang biasa menyerang orang dewasa.
Orangtua juga saat mencurigai anaknya terkena kanker, sebaiknya segra membawanya ke rumah sakit, serta mengkonfirmasi apakah itu gejala yang dijumpai benar kanker atau bukan.
April 09, 2015
Makanan Sehat Itu Tidak Mahal Loh
Unknown
Thursday, April 09, 2015
aman
,
Hari Kesehatan Dunia
,
hidup bersih
,
makanan sehat
,
menteri kesehatan
,
Nila Moeloek
,
pakar
,
sehat
,
WHO
No comments
:
Untuk mendapatkan makanan yang aman dan sehat itu padahal tidak perlu mahal. Sebab, yang
menentukan keamanan dan kesehatan makanan adalah higienitas dan perilaku hidup
bersih, termasuk dalam memasak dan memilih makanan.
Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Nila Moeloekpada puncak peringatan Hari Kesehatan Dunia, di Balai Kota Jakarta Utara, Selasa (7/4). di tingkat global, tema yang dipilih pada Hari Kesehatan Sedunia tahun ini adalah "Food Safety", sedangkan tema nasionalnya adalah "Pilih dan Konsumsi Pangan yang Aman dan Sehat".
Menkes menambahkan, makanan yang aman dan sehat dimulai dari rumah, termasuk menyiapkan bahan serta memasak dan menyajikan dengan baik dan benar. Semuanya itu tidak memerlukan biaya yang mahal. "Kata kuncinya adalah perhatikan aspek kebersihan dan higienitas," ujar Menkes.
Menurut Menkes, tema Hari Kesehatan Sedunia tentang keamanan pangan sangat terkait dengan upaya pengendalian faktor risiko penyakit bawaan pangan untuk mencegah kejadian luar biasa keracunan pangan.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan M Subuh menambahkan, pengawasan pangan untuk memastikan keamanan pangan dilakukan oleh berbagai lembaga pemerintah sejak dulu. Kementerian Pertanian berperan dalam pengawasan hasil panen. Adapun tugas pengawasan produk makanan minuman olahan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Kementerian Kesehatan, ujar Subuh, berperan dalam melakukan promosi dan edukasi terkait keamanan dan kesehatan pangan.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia Ari Fahrial Syam mengutarakan, edukasi masyarakat seputar makanan yang sehat dan aman penting dilakukan mengingat kesadaran masyarakat dalam memilih makanan aman dan sehat masih terbatas. Selain itu, penindakan tegas perlu dilakukan terhadap mereka yang memproduksi makanan tidak aman dan tidak sehat.
Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Nila Moeloekpada puncak peringatan Hari Kesehatan Dunia, di Balai Kota Jakarta Utara, Selasa (7/4). di tingkat global, tema yang dipilih pada Hari Kesehatan Sedunia tahun ini adalah "Food Safety", sedangkan tema nasionalnya adalah "Pilih dan Konsumsi Pangan yang Aman dan Sehat".
Menkes menambahkan, makanan yang aman dan sehat dimulai dari rumah, termasuk menyiapkan bahan serta memasak dan menyajikan dengan baik dan benar. Semuanya itu tidak memerlukan biaya yang mahal. "Kata kuncinya adalah perhatikan aspek kebersihan dan higienitas," ujar Menkes.
Menurut Menkes, tema Hari Kesehatan Sedunia tentang keamanan pangan sangat terkait dengan upaya pengendalian faktor risiko penyakit bawaan pangan untuk mencegah kejadian luar biasa keracunan pangan.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan M Subuh menambahkan, pengawasan pangan untuk memastikan keamanan pangan dilakukan oleh berbagai lembaga pemerintah sejak dulu. Kementerian Pertanian berperan dalam pengawasan hasil panen. Adapun tugas pengawasan produk makanan minuman olahan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Kementerian Kesehatan, ujar Subuh, berperan dalam melakukan promosi dan edukasi terkait keamanan dan kesehatan pangan.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia Ari Fahrial Syam mengutarakan, edukasi masyarakat seputar makanan yang sehat dan aman penting dilakukan mengingat kesadaran masyarakat dalam memilih makanan aman dan sehat masih terbatas. Selain itu, penindakan tegas perlu dilakukan terhadap mereka yang memproduksi makanan tidak aman dan tidak sehat.
Ancaman bagi
kesehatan
Sebagaimana diberitakan, makanan tidak aman yang berbahaya bagi kesehatan menjadi masalah di Indonesia, terutama akibat pencemaran mikroba. Salah satu penyebabnya ialah lemahnya keterpaduan penanganan lintas instansi pemerintah, terutama dengan pemerintah daerah, dan tanggung jawab keamanan pangan tersebar di sejumlah instansi.
"Kita sudah memiliki regulasi lengkap terkait keamanan pangan. Namun, kapasitas daerah, terutama terkait penganggaran, menjadi salah satu tantangan," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa, Senin, di Jakarta (Kompas, 7/4).
Roy mencontohkan, di salah satu kabupaten di Pulau Jawa, pemerintah daerah setempat hanya mengalokasikan anggaran Rp 30 juta untuk keamanan pangan. Padahal, tahun lalu, BPOM menerapkan program keamanan pangan desa di tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan anggaran sekitar Rp 50 juta untuk satu desa.
Di sisi lain, penindakan terhadap industri, termasuk industri rumah tangga, yang terbukti memproduksi pangan tak aman masih minim. BPOM hanya bisa menyita produk. Adapun penarikan izin edar merupakan wewenang pemerintah daerah.
Hari Kesehatan Dunia yang diperingati setiap 7 April dan kali ini bertema "Keamanan Pangan" diharapkan menjadi momentum memperkuat kerja sama dan komitmen semua instansi pemerintah pusat dan daerah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berpandangan keamanan pangan sebagai masalah global seharusnya mendapatkan prioritas perhatian. Data global Foodborne Disease Burden Epidemiology Reference Group WHO 2010 menyebutkan, diperkirakan ada 582 juta kasus penyakit, terdiri dari 22 macam penyakit pencernaan bersumber dari makanan dan 351.000 kematian terkait penyakit itu. Salmonella typhi menyebabkan gangguan pencernaan yang menimbulkan kematian terbanyak (52.000 kematian), disusul Escherichia coli (37.000 kematian) dan norovirus (35.000 kematian).
Di Indonesia, penyakit bersumber dari makanan yang dominan di antaranya diare dan disentri. Menurut Riset Kesehatan Dasar, insiden diare di Indonesia 3,5 persen. Lima provinsi dengan insiden dan periode prevalensi tertinggi ialah Papua, Sulawesi Selatan, Aceh, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Insiden diare pada kelompok usia balita mencapai 10,2 persen.
Data BPOM menunjukkan, cemaran mikroba menjadi ancaman utama dalam pangan jajanan anak sekolah. Data pengawasan pangan jajanan anak sekolah oleh BPOM 2009-2014, angka cemaran oleh mikroba pada semua pangan yang tak memenuhi syarat di atas 50 persen.
Pada 2014, ada 23,82 persen pangan tidak memenuhi syarat dari semua sampel pangan jajanan anak sekolah yang dicurigai tak aman. Dari pangan yang tak memenuhi syarat, 74,89 persen tercemar mikroba. Sisanya tak memenuhi syarat karena memakai bahan berbahaya atau bahan tambahan pangan secara berlebih.
Sebagaimana diberitakan, makanan tidak aman yang berbahaya bagi kesehatan menjadi masalah di Indonesia, terutama akibat pencemaran mikroba. Salah satu penyebabnya ialah lemahnya keterpaduan penanganan lintas instansi pemerintah, terutama dengan pemerintah daerah, dan tanggung jawab keamanan pangan tersebar di sejumlah instansi.
"Kita sudah memiliki regulasi lengkap terkait keamanan pangan. Namun, kapasitas daerah, terutama terkait penganggaran, menjadi salah satu tantangan," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa, Senin, di Jakarta (Kompas, 7/4).
Roy mencontohkan, di salah satu kabupaten di Pulau Jawa, pemerintah daerah setempat hanya mengalokasikan anggaran Rp 30 juta untuk keamanan pangan. Padahal, tahun lalu, BPOM menerapkan program keamanan pangan desa di tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan anggaran sekitar Rp 50 juta untuk satu desa.
Di sisi lain, penindakan terhadap industri, termasuk industri rumah tangga, yang terbukti memproduksi pangan tak aman masih minim. BPOM hanya bisa menyita produk. Adapun penarikan izin edar merupakan wewenang pemerintah daerah.
Hari Kesehatan Dunia yang diperingati setiap 7 April dan kali ini bertema "Keamanan Pangan" diharapkan menjadi momentum memperkuat kerja sama dan komitmen semua instansi pemerintah pusat dan daerah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berpandangan keamanan pangan sebagai masalah global seharusnya mendapatkan prioritas perhatian. Data global Foodborne Disease Burden Epidemiology Reference Group WHO 2010 menyebutkan, diperkirakan ada 582 juta kasus penyakit, terdiri dari 22 macam penyakit pencernaan bersumber dari makanan dan 351.000 kematian terkait penyakit itu. Salmonella typhi menyebabkan gangguan pencernaan yang menimbulkan kematian terbanyak (52.000 kematian), disusul Escherichia coli (37.000 kematian) dan norovirus (35.000 kematian).
Di Indonesia, penyakit bersumber dari makanan yang dominan di antaranya diare dan disentri. Menurut Riset Kesehatan Dasar, insiden diare di Indonesia 3,5 persen. Lima provinsi dengan insiden dan periode prevalensi tertinggi ialah Papua, Sulawesi Selatan, Aceh, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Insiden diare pada kelompok usia balita mencapai 10,2 persen.
Data BPOM menunjukkan, cemaran mikroba menjadi ancaman utama dalam pangan jajanan anak sekolah. Data pengawasan pangan jajanan anak sekolah oleh BPOM 2009-2014, angka cemaran oleh mikroba pada semua pangan yang tak memenuhi syarat di atas 50 persen.
Pada 2014, ada 23,82 persen pangan tidak memenuhi syarat dari semua sampel pangan jajanan anak sekolah yang dicurigai tak aman. Dari pangan yang tak memenuhi syarat, 74,89 persen tercemar mikroba. Sisanya tak memenuhi syarat karena memakai bahan berbahaya atau bahan tambahan pangan secara berlebih.
April 05, 2015
Sudah Rehat Lima Bulan, Ternyata Avril Lavigne Derita Penyakit Ini
Unknown
Sunday, April 05, 2015
avril lavigne
,
gejala
,
gigitan kutu
,
lyme
,
pakar
,
pengobatan
,
penyanyi
,
sehat
No comments
:
Tidak pernah nampak di depan publik selama lima bulan, akhirnya penyanyi Avril Lavigne buka suara. Karena musisi asal Kanada kelahiran 27 September 1984 ini harus rehat, akibat penyakit yang dideritanya.
Penyanyi berlatar pop-punk tersebut mengaku, penyakit dialaminya itu berasal dari gigitan kutu yang disebut Lyme.
Penyakit
Lyme sendiri merupakan infeksi bakteri yang ditularkan oleh kutu yang disebut
Borrelia burgdorferi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)
penyakit ini menyerang 30.000 orang pada 2013. Berikut pembahasan penyakit
Lyme, seperti dikutip WebMD.
Gejala
Setelah 1-4 minggu digigit oleh kutu, biasanya seseorang akan menderita ruam yang semakin meluas (eritema migrans). Dalam beberapa kasus, penderita mengalami demam, menggigil, sakit kepala, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri sendi, dan nyeri otot.
Jika penyakit ini tidak terdeteksi dan diobati pada tahap awal, maka ruam dapat meluas dan mempengaruhi sendi, jantung, dan sistem saraf. Selain nyeri dan kelemahan pada lengan atau kaki, kelumpuhan otot wajah (Bell palsy), sakit kepala, dan menurunnya memori bisa terjadi.
Ini adalah tahap yang paling serius dari penyakit, ketika pengobatan tidak berhasil atau tidak dimulai, maka penderitanya akan mengalami peradangan sendi (arthritis), biasanya di lutut dan dapat menjadi kronis. Selain itu sistem saraf akan terganggu dan detak jantung tidak teratur.
Pengobatan
Penyakit Lyme dapat disembuhkan dengan antibiotik. Apabila ditangani secara dini, penyakit ini bisa disembuhkan.
Liputan6
March 31, 2015
Ini Tanda Serangan Jantung Sering Diabaikan
Berbagai penyakit yang datang, berbagai macam juga tanda-tandanya, seperti serangan jantung. Penyakit yang satu ini memang terjadinya selalu secara tiba-tiba.
Namun, biasanya ada tanda-tanda awal sebelum terjadi
serangan. Sayangnya, tanda awal serangan jantung sering kali diabaikan karena
gejalanya mirip dengan penyakit lain.
Dokter
spesialis jantung dan pembuluh darah Beny Hartono mengatakan, sakit dada hingga
sesak napas bisa jadi tanda awal serangan jantung.
"Misalnya,
naik turun tangga biasanya enggak ada masalah, tetapi, kali ini, baru dua
lantai, dada terasa tertekan. Itu tanda yang utama. Pada serangan jantung,
kadang-kadang tanda seperti itu terabaikan," kata Beny.
Menurut
Beny, tanda atau gejala tersebut diabaikan karena terkadang akan hilang dengan
sendirinya.
Sementara
itu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Jetty Sedyawan mengatakan,
sering kali tanda awal serangan jantung dikira sebagai masuk angin.
"Merasa
enggak enak di dadanya, disangka masuk angin, maag. Karena biasanya sakit
sedikit hilang, jadi tidak dianggap," kata Jetty.
Menurut
Jetty, orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap serangan jantung
seharusnya lebih waspada jika merasakan sedikit nyeri di dada.
"Kita
harus curiga, itu salah satu gejala otot jantung yang kekurangan oksigen,"
ungkap Jetty.
Pengabaian gejala merupakan kesalahan yang telah menelan jutaan jiwa setiap tahun. Beberapa orang mengira rasa sakit akan menghilang dengan sendirinya. Rasa nyeri serangan jantung mirip dengan nyeri angin di dada. Hanya, yang ini terus-menerus dan tak tertahankan, bagai ada seekor gajah menimpa dada Anda.
Ada kalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu. Hal ini terutama terjadi pada orang tua atau penderita diabetes. Serangan jantung secara diam ini mungkin hanya terdeteksi ketika pemeriksaan EKG rutin, yang menunjukkan adanya perubahan dalam pola transmisi aliran listrik pada jantung.
Pengabaian gejala merupakan kesalahan yang telah menelan jutaan jiwa setiap tahun. Beberapa orang mengira rasa sakit akan menghilang dengan sendirinya. Rasa nyeri serangan jantung mirip dengan nyeri angin di dada. Hanya, yang ini terus-menerus dan tak tertahankan, bagai ada seekor gajah menimpa dada Anda.
Ada kalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu. Hal ini terutama terjadi pada orang tua atau penderita diabetes. Serangan jantung secara diam ini mungkin hanya terdeteksi ketika pemeriksaan EKG rutin, yang menunjukkan adanya perubahan dalam pola transmisi aliran listrik pada jantung.
Adapun
orang yang memiliki faktor risiko serangan jantung, antara lain, perokok, orang
tua, penderita obesitas, penderita diabetes, dan mereka yang memiliki riwayat
keluarga terkena penyakit jantung. Laki-laki juga lebih berisiko terkena
serangan jantung dibanding wanita yang belum menopause karena masalah hormonal.
March 30, 2015
Cara Alami Untuk Putihkan Gigi
Unknown
Monday, March 30, 2015
buah
,
cara alami
,
DR OZ
,
dr Reisa Broto Asmoro
,
dr Ryan Thamrin
,
gigi putih
,
pakar
,
sehat
,
sikat gigi
,
tips
No comments
:
Gigi putih dan bersih tentunya enak dilihat. Tapi, sudah mencoba menggosok gigi dengan teratur menggunakan pasta, hasilnya juga tidak putih, walaupun bersih dari segala kotoran dan bebas kuman.
Tapi, kali ini giatsehat mendapatkan tips secara alami memutihkan gigi, dikutip dalam acara DR OZ Indonesia, disiarkan Trans TV.
Berikut ini, seperti disampaikan dua host dalam acara itu, dr Ryan Thamrin dan dr Reisa Broto Asmoro :
Ambil satu buah Strawberry masukkan ke dalam mangkok, lalu tuangkan baking soda secukupnya, aduk hingga rata.
Nah, kemudian oleskan bahan yang sudah kita aduk tadi pada sikat gigi. Dan ratakan ke semua bagian gigi, diamkan selama 5 menit, baru kita berkumur-kumur. Terus gosok gigi seperti yang kita lakukan seperti biasa.
Lakukan cara itu 2-3 kali dalam seminggu. Tapi dianjurkan bagi yang mengalami gusi bengkak dan berdarah, jangan gunakan. Sangat gampang dan mudah bukan.
March 29, 2015
Tips Alami Buat Wajah Berseri
Unknown
Sunday, March 29, 2015
DR OZ
,
dr Reisa Broto Asmoro
,
dr Ryan Thamrin
,
pakar
,
sehat
,
tips
,
wajah indah
No comments
:
Berbicara soal wajah sehat dan indah berseri, pasti itu merupakan keinginan setiap wanita. Apalagi mereka yang baru beranjak dewasa, semua kosmetik yang mampu memperindah wajah dicobanya.
Tapi, tidak semua produk itu cocok wajah serta baik untuk digunakan. Dalam hal ini giatsehat punya tips yang berbahan alami untuk mengatasinya, seperti dikutip dalam acara DR OZ Indonesia yang disiarkan Trans TV, Minggu (29/3/2015).
Berikut ini tips yang disampaikan dua host acara itu, dr Ryan Thamrin dan dr Reisa Broto Asmoro :
Ambil dua sendok nasi putih masukkan ke dalam toples. Lalu masukkan ragi satu sendok teh. kemudian adukkan dengan menambahkan setengah gelas air putih. Dan diamkan selama tiga jam.
Nah, setelah menunggu tiga jam, tidak langsung nasi itu dioleskan ke wajah. Tapi, dengan cara disaring, baru yang diambil airnya saja.
Itu bisa digunakan dua kali seharu sehabis mandi, ataupun sesuai kebutuhan Anda. Tips itu katanya bisa membuat wajah Anda lebih berseri, karena akan menggantikan sel kulit yang baru.
Tips Bagi Orangtua Berikan Gizi Untuk Anaknya
Unknown
Sunday, March 29, 2015
anak-anak
,
buah
,
DR OZ
,
gizi
,
Lula Kamal
,
pakar
,
sayur-sayuran
,
sehat
,
tips
No comments
:
Mempunyai anak yang sehat dari sejak kecil, orangtua mana yang tidak mau. Namun, untuk mendapatkan itu pastinya memerlukan gizi yang cukup bagi setiap anak. Terkadang yang membuat sulit anak-anak diusia dini tidak mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur dan buah.
Untuk mengatasi hal ini, seperti dikutip giatsehat, Minggu (29/3/2015) dalam acara DR OZ Indonesia yang disiarkan Trans TV. dokter Lula Kamal yang juga seorang aktris yang jadi bintang tamu dalam acara itu, berbagi tips atau trik supaya anak-anak mau mengkonsumsi sayuran serta buah-buahan.
Berikut ini tipsnya :
1. Orangtua harus makan sayur-sayuran atau buah-buahan didepan anaknya. Supaya mereka bisa meniru, dan itu harus dibiasakan walaupun sedikit merepotkan.
2. Jika memberi makan kepada anak, orangtua harus jeli, misalnya ingin memberikan wortel. Wortel itu harus dipotong kecil-kecil hingga halus setelah direbus, kemudian dimasukan kedalam nasinya ataupun minumannya, supaya tidak terlihat.
Sangat mudah bukan. Dan trik-trik lain bisa dilakukan orangtua, yang terpenting adalah kesabaran dalam menghadapi anak-anak, agar mau mengkonsumsi makanan bergizi.
Remaja Stres Tak Bisa Hadapi Kenyataan dan "Fans" Zayn Malik
Unknown
Sunday, March 29, 2015
fans
,
kehilangan
,
One Direction
,
pakar
,
rasa stres
,
sehat
,
Zayn Malik
No comments
:
Bagi mereka para penggemar (fans) terhadap seorang bintang ternama, mulai dari musisi hingga olahragawan. Tapi, jika bintang yang dikagum-kagumkan itu tiba-tiba berhenti atau keluar dari bakat yang digelutinya, pasti banyak fansnya yang sedih.
Hal itu terjadi seperti tersiar kabar keluarnya Zayn Malik
dari grup One Direction (1D) membuat para penggemarnya histeris. Kekecewaan
para penggemar diungkapkan antara lain lewat Twitter. Namun, yang
mengkhawatirkan adalah aksi nekat mereka yang menyilet lengan sampai berdarah.
Lewat hashtag atau tanda pagar #cut4zayn, para penggemar yang mayoritas remaja putri ini menampilkan foto-foto lengan yang tersayat silet dan meminta penggemar lain mengikuti aksinya agar Zayn membatalkan keputusan tersebut.
Para ahli perkembangan anak mengatakan, cara-cara berbahaya yang dilakukan para remaja untuk menghadapi rasa stres tersebut perlu disikapi serius oleh para orangtua.
"Anak-anak seharusnya punya tempat yang aman untuk mendiskusikan semua hal yang membuat mereka stres dan mendapatkan arahan bagaimana cara menghadapi tekanan tersebut," kata juru bicara Young Minds, seperti dikutip Daily Mail.
Psikolog Craig Jackson mengaitkan reaksi keluarnya Zayn dengan trauma publik di Inggris terhadap kematian Putri Diana dan bubarnya grup boyband Take That.
Dua peristiwa tersebut menunjukkan bentuk duka publik yang belum pernah terlihat sebelumnya di Inggris. Tingkat rawat inap di rumah sakit meningkat, lalu banyak yang mengancam bunuh diri saat boyband Take That bubar.
"Bagi sebagian, entah itu yang berusia 10 atau 20 tahun, menangis sejadi-jadinya, atau meledakkan emosi, bisa sangat terapeutik atau melegakan," kata Jackson.
Namun, ada juga beberapa orang yang tidak bisa menghadapi rasa sedih atau kehilangan itu dengan menyalahkan diri sendiri sehingga melakukan tindakan berbahaya, seperti melukai diri.
"Kesetiaan seperti itu dan putus asa yang berkepanjangan, emosi yang naik turun secara ekstrem, adalah hal yang perlu diwaspadai bagi orang yang sering menyakiti dirinya saat sedang berduka," katanya.
Untuk mencegah hal tersebut, ia menyarankan agar orangtua memberi perhatian lebih kepada anak-anaknya sehingga anak dapat mengatasi rasa sedihnya dengan cara yang sehat.
"Ajaklah anak untuk berbicara, dengarlah keluhannya. Ini adalah sebuah kehilangan, dan seperti rasa kehilangan yang lain, penting untuk menjaga diri sendiri dan berada di dekat orang yang peduli dan mendukung," katanya.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)










.jpg)



.jpg)

