Showing posts with label kanker. Show all posts

October 21, 2015

Cegah Kanker Dengan Konsumsi Tuna

No comments :
Ikan yang memiliki kaya lemak omega tiga, ternyata dipercaya mampu mencegah kanker, serta bisa membantu pasien kanker bertahan hidup lebih lama.

Seperti dikutip dilaman liputan6.com, dari sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap 1.400 wanita penderita kanker. Dalam penelitian itu ditemukan makan ikan terutama ikan tuna kemungkinan mereka bisa bertahan hidup lebih lama.

Karena dalam ikan-ikanan, terutama tuna itu kaya akan lemak jenush yang bersifat anti-inflamasi. Sehingga menunjukkan wanita penderita kamker yang rajin memasukkan sajian ikan ke dalam menu harian, kemungkinan lebih kecil untuk meninggal secara prematur, hingga sepertiganya saja.

Dalam penelitian yang dilibatkan 1.400 wanita itu, mereka memonitornya selama 14,5 tahun. Dikutip dari Daily Mail.


September 11, 2015

Ada Kandungan Zat Pengobatan Kanker Pada Bunga Ini

No comments :
Kanker, penyakit yang selalu identik dengan sukar untuk diobati. Namun, peneliti mengungkapkan ada 'senjata' baru dalam melawan kanker. 'Senjata' tersebut berupa obat yang dibuat dari bunga crocus, bunga dengan kelopak berwarna ungu dan serbuk sari berwarna kuning kemerahan. Serbuk sari bunga crocus disebut bisa memantu menyapu bersih tumor.

Dikatakan pendiri The drug's British, Profesor Laurence Patterson, dari Bradford University obat yang dibuat dari bunga crocus itu bisa mengobati hampir seluruh jenis kanker termasuk kanker payudara, kanker usus, kanker tenggorokan, dan kanker prostat. Pada obat ini, bahan dasar yang digunakan yakni colchicine yaitu ekstrak dari crocus musim semi.

Sebelumnya, bunga crocus mesim semi diketahui memiliki bahan anti-kanker namun ternyata terlalu beracun untuk tubuh manusia. Untuk itu, para peneliti menautkan 'umpan' kimia pada colchicine yang tidak teraktivasi sampai colchicine mencapai daerah yang terkena kanker. Setelah sampai, 'umpan' kimia ini dihilangkan oleh enzim yang berada di tumor tersebut.

Sehingga, memungkinkan obat untuk merusak pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi tumor untuk tumbuh. Untuk uji coba obat ini, peneliti sudah menggunakannya pada tikus yang terkena kanker. Diketahui, satu dosis cukup untuk menghilangkan tumor.

"Timor pada beberapa mulai hilang sedikit demi sedikit dan tidak muncul kembali gejalanya. Tidak semua namun beberapa tikus. Dan itu hanya 1 dosis di mana hal ini amat tidak biasa," ujar Prof Patterson, demikian dikutip dari Daily Mail.

Ke depannya, obat ini diharapkan dapat menyembuhkan kanker yang prevalensinya cukup tinggi seperti kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru-paru. Di Indonesia, menurut dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker usus, kanker hati dan kanker nasofaring menjadi beberapa jenis kanker yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia.

"Faktor-faktor risiko kanker tidak serta merta langsung membuat orang jadi kena kanker, karena ada faktor internal seperti genetik dan juga eksternal misalnya infeksi lain yang bisa memicu sel kanker," tutur dr Sonar.

Penanganan kanker di Indonesia pun dilakukan antara lain dengan menggunakan kemoterapi, radioterapi, dan ada juga yang kini tengah dikembangkan yaitu imunoterapi. Imunoterapi merupakan terapi kanker dengan cara memperkuat sel imun dalam melawan sel kanker.

September 08, 2015

Hindari Gunakan Perangkat Mobile di Bawah Sinar Matahari

No comments :
Telepon pintar atau smartphone, tablet, laptop, serta perangkat mobile lainnya, saat ini sudah tidak asing lagi, karena rata-rata sudah setiap orang menggunakanya. Tapi yang perlu diperhatikan saat menggunakannya.
Karena  sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa menggunakan perangkat teknologi tersebut di bawah sinar matahari bisa memicu kanker kulit.
Temuan tersebut telah mendorong para peneliti untuk menyarankan kepada orang-orang untuk memakai krim matahari, kacamata hitam dan kalau perlu menutupi wajah dan leher mereka jika menggunakan ponsel di luar ruangan.

"Sinar UV yang terpantul pada layar perangkat mobile bisa memicu kanker kulit," jelas Mary Logue dari University of New Mexico, kepada Daily Mail.

Mary menambahkan bahwa menggunakan perangkat mobile di dalam ruangan adalah cara terbaik untuk mengurangi risikonya. "Namun itu jelas tidak praktis bagi kebanyakan orang," lanjut Mary.

Karena itu, para peneliti menganjurkan kepada kita untuk selalu mengenakan kacamata hitam dan tabir surya di leher dan wajah ketika menggunakan perangkat mobile di luar ruangan. Studi ini telah diterbitkan di Journal of the American Academy of Dermatology.


April 14, 2015

Pentingnya Orangtua Mengetahui Gejala Kanker Pada Anak

No comments :
Kanker merupakan sebuah penyakit yang sangat ditakutkan, apalagi terjangkitnya pada anak-anak. Hal ini yang paling berperan dalam mengawasi serta mendeteksi gejala kanker pada anak itu adalah orangtua.

Pernyataan itu disampaikan konsultan kanker anak Rumah Sakit Dharmais Jakarta dr Edi Setiawan Tehuteru, SP AK, MHA, dalam seminar edukasi kanker pada anak, di Aula Balaikota Banda Aceh, Selasa (14/4/2015).

Menurutnya, orangtua harus memiliki pengetahuan karena kanker pada anak sangat sulit dideteksi, berbeda dengan kanker pada orang dewasa.

Karena sampai saat ini, dari sekian banyak kanker yang dapat ditemui pada anak, hanya satu jenis yang bisa dideteksi secara dini, yakni kanker bola mata atau dikenal dengan istilah retinoblastoma. 

"Karenanya, penting bagi orangtua untuk mengetahui dan mewaspadai gejala kanker pada anak mengingat baru satu jenis yang dapat dideteksi secara dini," ujar Edi.

Kata Edi, deteksi dini untuk retinoblastoma dinamakan 'lihat merah'. Pemeriksaannya pun tidak harus ke rumah sakit besar, karena juga bisa diperiksa oleh seorang tenaga kesehatan yang telah dilatih sebelumnya.

"Di Puskesmaspun bisa diperiksa dengan menggunakan alat yang disebut ophthalmoscope, suatu alat untuk melihat bagian dalam dari mata anak," tutur Edi.

Menurut Edi, kanker pada anak berbeda dengan yang terjadi pada orang dewasa. Karena, kanker pada orang dewasa bisa dicegah sedangkan pada anak tidak.

Untuk itu, Edi menyarankan orangtua supaya mengajarkan anaknya menjalani pola hidup sehat dari sejak usia dini. Dengan demikian saat dia sudah beranjak dewasa, setidaknya bisa terhindar dari berbagai jenis kanker yang biasa menyerang orang dewasa.

Orangtua juga saat mencurigai anaknya terkena kanker, sebaiknya segra membawanya ke rumah sakit, serta mengkonfirmasi apakah itu gejala yang dijumpai benar kanker atau bukan.

March 20, 2015

Belum Bisa Dicegah, Kenali Gejala Kanker Pada Anak

No comments :
Ketika  anak mengalami sesuatu kelainan ditubuhnya yang paling berperan adalah orangtuanya sendiri. Apalagi penyakit yang timbul sulit untuk disembuhkan seperti kanker. Karena kanker pada anak belum bisa dicegah.

Oleh karena itu, peran orangtua sangat penting dalam hal ini, yaitu dengan melakukan pemeriksaan sesegera mungkin, apabila menemukan gejala yang mencurigakan pada anak. Apalagi gejala kanker seringkali serupa dengan penyakit lainnya. 

Perhatikan gejala kanker berikut ini:

- Benjolan atau pembengkakan yang tidak normal.
- Pucat dan mudah lelah padahal tidak terlalu banyak beraktivitas.
- Mudah sekali mengalami memar.
- Sulit berjalan.
- Terus-menerus demam yang tak kunjung sembuh meski sudah diobati.
- Sering sakit kepala yang kerap disertai muntah.
- Perubahan kemampuan penglihatan yang terjadi secara tiba-tiba.
- Penurunan berat badan yang terjadi mendadak.

Selain memastikan gejala melalui pemeriksaan, observasi, dan wawancara, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan X-ray atau tes lainnya. 

Bila memang ada benjolan tidak normal atau tumor, dokter mungkin akan melakukan biopsi untuk menentukan keganasannya. Bila memang anak menderita kanker, pengobatan dilakukan berdasarkan tipe dan stadium kanker tersebut.