Showing posts with label obat. Show all posts
September 30, 2015
Daun Jambu Biji Ternyata Bisa Atasi Kanker
Unknown
Wednesday, September 30, 2015
buah
,
daun
,
daun jambu biji
,
jambu biji
,
manfaat
,
obat
,
pengobatan
,
sehat
No comments
:
Tumbuhan
jambu biji ternyata banyak kegunaannya, selain buahnya baik untuk kesehatan,
daunnya juga bisa digunakan untuk obat. Hal itu sudah dilakukan sejak jaman
dulu yang digunakan sebagai pengobatan kuno.
Karena
daun jambu kaya akan antioksidan, zat antiperadangan, antibakteri, dan tanin
yang memang terkenal memiliki efek penyembuhan.
Seperti halnya buahnya, daun jambu biji juga bisa diolah menjadi berbagai makanan, misalnya diseduh seperti teh atau dibuat jamu godok.
Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan daun jambu biji.
Diare, Meminum air teh daun jambu biji atau mengonsumsi ekstraknya dalam bentuk kapsul bisa membantu kita menyembuhkan diare. Penelitian tahun 2008 yang dilakukan pada tikus di laboratorium menunjukkan ekstrak daun jambu biji terbukti memang memiliki kandungan antidiare.
Para peneliti menemukan bahwa ekstrak daun ini mampu menunda terjadinya diare, mengurangi frekuensi buang air besar, dan juga mengurangi keparahan diare.
Obesitas, Buah jambu biji memang kaya serat dan memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh mereka yang sedang berdiet atau dibuat menjadi suplemen. Tetapi ternyata daun jambu biji memiliki manfaat yang hampir sama.
Kandungan dalam daun jambu biji menghambat pati kompleks diubah menjadi gula. Dalam tubuh kita gula dimetabolisme oleh liver yang kemudian diubah menjadi lemak. Hal ini yang menyebabkan kenaikan berat badan. Nah, proses ini bisa dihambat oleh zat dalam daun jambu biji.
Diabetes, Kandungan serat yang tinggi dalam jambu biji membuatnya jadi buah yang ramah bagi pasien diabetes melitus karena ia memperlambat penyerapan gula dalam darah. Sementara itu, ekstrak daun jambu biji terbukti bisa mencegah diabetes. Teh daun jambu biji juga sudah dipasarkan untuk membantu mencegah penyakit itu.
kolesterol tinggi, Rutin mengonsumsi daun jambu biji bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Demikian menurut penelitian tahun 2010. Mengonsumsi buahnya juga memiliki khasiat yang sama karena kandungan lemaknya sangat rendah.
Kanker lambung, Ekstrak daun jambu biji memiliki kandungan antikanker dan antitumor, misalnya likopen, quercetin dan vitamin C yang akan bekerja sebagai antioksidan dan menetralisir radikal bebas dalam tubuh.
Penelitian tahun 2011 menunjukkan, saat ekstrak daun jambu biji rutin dikonsumsi ternyata bisa memicu sel kanker lambung menyerang dirinya sendiri.
Seperti halnya buahnya, daun jambu biji juga bisa diolah menjadi berbagai makanan, misalnya diseduh seperti teh atau dibuat jamu godok.
Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan daun jambu biji.
Diare, Meminum air teh daun jambu biji atau mengonsumsi ekstraknya dalam bentuk kapsul bisa membantu kita menyembuhkan diare. Penelitian tahun 2008 yang dilakukan pada tikus di laboratorium menunjukkan ekstrak daun jambu biji terbukti memang memiliki kandungan antidiare.
Para peneliti menemukan bahwa ekstrak daun ini mampu menunda terjadinya diare, mengurangi frekuensi buang air besar, dan juga mengurangi keparahan diare.
Obesitas, Buah jambu biji memang kaya serat dan memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh mereka yang sedang berdiet atau dibuat menjadi suplemen. Tetapi ternyata daun jambu biji memiliki manfaat yang hampir sama.
Kandungan dalam daun jambu biji menghambat pati kompleks diubah menjadi gula. Dalam tubuh kita gula dimetabolisme oleh liver yang kemudian diubah menjadi lemak. Hal ini yang menyebabkan kenaikan berat badan. Nah, proses ini bisa dihambat oleh zat dalam daun jambu biji.
Diabetes, Kandungan serat yang tinggi dalam jambu biji membuatnya jadi buah yang ramah bagi pasien diabetes melitus karena ia memperlambat penyerapan gula dalam darah. Sementara itu, ekstrak daun jambu biji terbukti bisa mencegah diabetes. Teh daun jambu biji juga sudah dipasarkan untuk membantu mencegah penyakit itu.
kolesterol tinggi, Rutin mengonsumsi daun jambu biji bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Demikian menurut penelitian tahun 2010. Mengonsumsi buahnya juga memiliki khasiat yang sama karena kandungan lemaknya sangat rendah.
Kanker lambung, Ekstrak daun jambu biji memiliki kandungan antikanker dan antitumor, misalnya likopen, quercetin dan vitamin C yang akan bekerja sebagai antioksidan dan menetralisir radikal bebas dalam tubuh.
Penelitian tahun 2011 menunjukkan, saat ekstrak daun jambu biji rutin dikonsumsi ternyata bisa memicu sel kanker lambung menyerang dirinya sendiri.
Kanker prostat, Daun jambu biji kaya akan likopen yang sangat baik dalam melawan kanker seperti kanker payudara, prostat dan kanker oral. Likopen bekerja dengan menghambat produksi androgen, hormon pria yang bisa memicu pertumbuhan sel pada beberapa jenis kanker prostat.
September 11, 2015
Ada Kandungan Zat Pengobatan Kanker Pada Bunga Ini
Kanker,
penyakit yang selalu identik dengan sukar untuk diobati. Namun, peneliti
mengungkapkan ada 'senjata' baru dalam melawan kanker. 'Senjata' tersebut
berupa obat yang dibuat dari bunga crocus, bunga dengan kelopak berwarna ungu
dan serbuk sari berwarna kuning kemerahan. Serbuk sari bunga crocus disebut
bisa memantu menyapu bersih tumor.
Dikatakan pendiri The drug's British, Profesor Laurence Patterson, dari Bradford University obat yang dibuat dari bunga crocus itu bisa mengobati hampir seluruh jenis kanker termasuk kanker payudara, kanker usus, kanker tenggorokan, dan kanker prostat. Pada obat ini, bahan dasar yang digunakan yakni colchicine yaitu ekstrak dari crocus musim semi.
Sebelumnya, bunga crocus mesim semi diketahui memiliki bahan anti-kanker namun ternyata terlalu beracun untuk tubuh manusia. Untuk itu, para peneliti menautkan 'umpan' kimia pada colchicine yang tidak teraktivasi sampai colchicine mencapai daerah yang terkena kanker. Setelah sampai, 'umpan' kimia ini dihilangkan oleh enzim yang berada di tumor tersebut.
Sehingga, memungkinkan obat untuk merusak pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi tumor untuk tumbuh. Untuk uji coba obat ini, peneliti sudah menggunakannya pada tikus yang terkena kanker. Diketahui, satu dosis cukup untuk menghilangkan tumor.
"Timor pada beberapa mulai hilang sedikit demi sedikit dan tidak muncul kembali gejalanya. Tidak semua namun beberapa tikus. Dan itu hanya 1 dosis di mana hal ini amat tidak biasa," ujar Prof Patterson, demikian dikutip dari Daily Mail.
Ke depannya, obat ini diharapkan dapat menyembuhkan kanker yang prevalensinya cukup tinggi seperti kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru-paru. Di Indonesia, menurut dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker usus, kanker hati dan kanker nasofaring menjadi beberapa jenis kanker yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia.
"Faktor-faktor risiko kanker tidak serta merta langsung membuat orang jadi kena kanker, karena ada faktor internal seperti genetik dan juga eksternal misalnya infeksi lain yang bisa memicu sel kanker," tutur dr Sonar.
Penanganan kanker di Indonesia pun dilakukan antara lain dengan menggunakan kemoterapi, radioterapi, dan ada juga yang kini tengah dikembangkan yaitu imunoterapi. Imunoterapi merupakan terapi kanker dengan cara memperkuat sel imun dalam melawan sel kanker.
Dikatakan pendiri The drug's British, Profesor Laurence Patterson, dari Bradford University obat yang dibuat dari bunga crocus itu bisa mengobati hampir seluruh jenis kanker termasuk kanker payudara, kanker usus, kanker tenggorokan, dan kanker prostat. Pada obat ini, bahan dasar yang digunakan yakni colchicine yaitu ekstrak dari crocus musim semi.
Sebelumnya, bunga crocus mesim semi diketahui memiliki bahan anti-kanker namun ternyata terlalu beracun untuk tubuh manusia. Untuk itu, para peneliti menautkan 'umpan' kimia pada colchicine yang tidak teraktivasi sampai colchicine mencapai daerah yang terkena kanker. Setelah sampai, 'umpan' kimia ini dihilangkan oleh enzim yang berada di tumor tersebut.
Sehingga, memungkinkan obat untuk merusak pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi tumor untuk tumbuh. Untuk uji coba obat ini, peneliti sudah menggunakannya pada tikus yang terkena kanker. Diketahui, satu dosis cukup untuk menghilangkan tumor.
"Timor pada beberapa mulai hilang sedikit demi sedikit dan tidak muncul kembali gejalanya. Tidak semua namun beberapa tikus. Dan itu hanya 1 dosis di mana hal ini amat tidak biasa," ujar Prof Patterson, demikian dikutip dari Daily Mail.
Ke depannya, obat ini diharapkan dapat menyembuhkan kanker yang prevalensinya cukup tinggi seperti kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru-paru. Di Indonesia, menurut dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker usus, kanker hati dan kanker nasofaring menjadi beberapa jenis kanker yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia.
"Faktor-faktor risiko kanker tidak serta merta langsung membuat orang jadi kena kanker, karena ada faktor internal seperti genetik dan juga eksternal misalnya infeksi lain yang bisa memicu sel kanker," tutur dr Sonar.
Penanganan kanker di Indonesia pun dilakukan antara lain dengan menggunakan kemoterapi, radioterapi, dan ada juga yang kini tengah dikembangkan yaitu imunoterapi. Imunoterapi merupakan terapi kanker dengan cara memperkuat sel imun dalam melawan sel kanker.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)

