Showing posts with label kopi. Show all posts

March 24, 2015

Penikmat Kopi Itu Orangnya Ramah

No comments :
Bagi Anda penikmat kopi, ternyata dikatakan  sangat ramah terhadap orang lain. Tapi hal itu bukan juga tidak dimiliki sebagian mereka tidak menyukai minuman yang mengandung caffein tersebut.
Karena, sifat ramah seperti menyapa orang lain itu merupakan sebuah hal biasa dalam kehidupan kita, apalagi berada dalam  sebuah lingkungan yang penuh dengan keakraban serta saling tolong menolong.
Namun, seperti di lansir dari daily.co.uk, orang yang rajin minum kopi terbukti lebih ramah. Para peneliti dari Yale University ini menemukannya setelah meneliti beberapa orang yang mempunyai kebiasaan minum kopi hangat di pagi hari. Mereka yang doyan minum kopi cenderung untuk lebih sering menyapa orang dan menawarkan bantuan tanpa diminta.

Lebih lanjut penelitian ini mengatakan bahwa insula atau bagian tertentu di otak yang berinteraksi sosial dengan orang lain menjadi lebih reaktif karena hangatnya suhu kopi. Mereka menjadi merasa lebih positif setelah minum kopi.

Walaupun begitu, penelitian ini pun juga menyarankan bahwa Anda harus membatasi konsumsi kopi. Sebab terlalu banyak minum kopi pun mampu menimbulkan serangkaian gangguan kesehatan seperti perut kembung, naiknya hormon adrenalin secara drastis, hingga sulit tidur.

November 19, 2014

Manfaat Minum Kopi Ditambah Tidur Siang

No comments :
Lelah dan mengantuk di siang hari? Beberapa orang mungkin menyarankan Anda untuk minum kopi atau tidur siang sesaat. Tapi mungkin ada baiknya Anda menggabungkan kedua aktivitas itu. Ya, minumlah kopi lalu lanjutkan dengan tidur siang dan rasakan manfaat dahsyatnya untuk mengusir lelah.

Minum kopi lalu tidur kedengarannya memang paradoks. Namun demikian studi membuktikan bahwa mengonsumsi kafein sesaat sebelum tidur siang manfaatnya jauh lebih baik ketimbang hanya minum secangkir kopi atau tidur siang tanpa asupan kafein. Minum kopi sebelum tidur siang dikenal sebagai coffe nap.

Menurut penelitian, kekuatan dahsyat perpaduan kopi dan tidur siang bermuara pada kimia tubuh. Jadi pada saat minum kopi dan dilanjutkan dengan tidur, kafein dan adenosine yang merupakan senyawa penyebab kantuk saling bersaing dan merangsang zat kimia yang terakumulasi di otak ketika seseorang terjaga dan menghilang pada saat seseorang tidur.

Kewaspadaan tubuh biasanya mencapai puncaknya setelah sekitar 30 menit mengonsumsi kafein. Jadi dengan tidur selama sekitar 20 menit, Anda dapat mengurangi jumlah adenosine. Dengan demikian, kafein bisa memiliki efek yang lebih besar.

Menurut peneliti tidur, Dr David Dinges, yang juga seorang profesor di departemen psikiatri di University of Pennsylvania, manfaat kafein dan tidur siang akan diperoleh dengan sempurna setelah seseorang yang telah mengonsumsi kopi bangun dari tidurnya. Hal itu disampaikannya kepada Huffington Post.

Dinges lantas mengingatkan sebuah studi tahun 2001 yang melibatkan 28 laki-laki dan perempuan. Dalam percobaan digabungkan pil kafein dosis rendah dan aktivitas tidur para relawannya. Dari percobaan itu, kafein berhasil mengatasi apa yang disebut sleep inertia. Sleep inertia adalah kondisi saat seseorang mengalami kesulitan untuk terjaga, di mana ototnya terasa lemah dan yang bersangkutan merasa mengantuk berat.

Sebelumnya pernah juga dilakukan percobaan yang menghubungkan kafein dan tidur siang. Dalam serangkaian studi yang digelar pada 1990-an, peneliti di Loughborough University, Inggris, menemukan bahwa minum secangkir kopi dan sesaat kemudian tidur siang selama 15 menit lebih baik dalam mengatasi rasa kantuk pengendara motor ketimbang hanya minum kopi saja atau tidur siang saja.

Jika Anda ingin meningkatkan kualitas tidur siang dengan kafein, pastikan tidak berlebihan. Sebab dengan konsumsi berlebihan maka kafein bisa mengganggu waktu tidur.
Detik

November 11, 2014

Sakit Kepala Tidak Minum Kopi Seharian, Ini Kata Ilmuwan

No comments :
Apakah Anda memiliki gejala sakit kepala, jantung berdebar-debar, dan kelelahan saat tidak mengonsumsi kopi di pagi hari? Jika iya, itu tandanya Anda kecanduan kopi. Dan Anda tidak sendiri.

Berdasarkan penelitian baru, penggemar kopi dan produk kafein lainnya mengalami banyak efek samping, seperti sakit kepala, mudah lelah, merasa kurang waspada, kurang energik, dan sulit konsentrasi saat sedang tidak mengonsumsi kopi.

Peneliti memeriksa aktivitas elektrik yang terjadi pada otak dan aliran darah selama tidak mengonsumsi kafein untuk mencari tahu dampak yang terjadi pada konsumen yang berhenti mengonsumsi kafein secara fisiologis, termasuk mekanisme yang mendasari penyebab umum pemberhentian konsumsi kafein menyebabkan sakit kepala.

Dalam studi yang dilakukan oleh para ilmuwan, mereka memeriksa dampak kafein yang melibatkan administrasi kafein dan kapsul plasebo.

Peneliti mengukur setiap respon partisipan terhadap kafein atau plasebo menggunakan tiga perbedaan ukuran, aktivitas elektrik pada otak menggunakan electrophalogrgam (EEG), Kecepatan aliran darah di otak menggunakan ultrasound, dan masing-masing partisipan melaporkan dampak subjektif melalui kuesioner.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa penghentian konsumsi kafein harian menghasilkan perubahan kecepatan aliran darah otak dan EEG kuantitatif yang mungkin terkait dengan penghantian kafein yang menunjukan gejala sakit kepala, mengantuk dan menurun kewaspadaan.

Khususnya, pecandu kafein juga memiliki perubahan dalam EEG yang sebelumnya telah dikaitkan dengan gejala umum kelelahan. Sesuai dengan hasil di atas, relawan melaporkan terjadi peningkatan ukuran lelah, kelelahan, lesu, dan menjemukan.

"Selain itu untuk melihat dampak penghentian konsumsi kafein, rancangan ketat ini juga membenarkan perbandingan dari pengobatan menggunakan kafein kronik dengan kronik plasebo, di mana menyediakan informasi unik tentang sejauh mana terdapat efek menguntungkan dari penghentian konsumsi kafein," tulis pada peneliti dalam laporan yang dipublikasikan di The Scientific Journal Psychopharmacology, dikutip dari berbagai sumber.