Showing posts with label nasi. Show all posts

April 11, 2015

Sisa Nasi Kemarin Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan Loh

No comments :
Kebiasaan membuang sisa makanan, usai makan malam itu sangat disayangkan, karena beranggapan makanan itu sudah tidak enak lagi dikonsumsi untuk esok hari. Padahal masih bisa dihangatkan, dan baik juga untuk kesehatan. 

Tindakan tersebut bukan hanya bagian dari sifat berhemat, melainkan, ternyata, memiliki manfaat kesehatan. Reaksi zat-zat kimia yang terjadi saat makanan itu disimpan semalaman ternyata punya banyak manfaat positif.

Misalnya, nasi sisa kemarin yang kandungan kalorinya 60 persen lebih sedikit dibandingkan dengan nasi yang baru matang. Namun, jika kita ingin mengonsumsi nasi kemarin, kita tetap perlu memasaknya dengan benar. 

Salah satu cara menanak nasi yang dianjurkan adalah menambahkan sedikit minyak kelapa setelah air mendidih sebelum beras dimasukkan dalam panci. Setelah matang dan dingin, masukkan nasi ke dalam kulkas selama 12 jam. 

Jika nasi yang baru matang langsung dimakan, pati akan diubah menjadi gula atau glukosa oleh tubuh. Glukosa ini jika tidak langsung dibakar akan disimpan sebagai lemak. Sementara itu, jika nasi didiamkan semalaman, pati akan diubah menjadi pati resistan yang tidak bisa dicerna tubuh. Ini berarti kalori tidak akan bertambah.

Penambahan minyak kelapa juga akan membuat nasi kemarin tidak terlalu lengket dan memproduksi lebih banyak pati resistan dalam nasi. 

Walau begitu, memanaskan kembali nasi ternyata tidak terlalu direkomendasikan. "BakteriBacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses pemasakan. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit," kata Martin Goldberg, ahli mikrobiologi.

Selain nasi, sup tulang juga mengandung banyak manfaat, terutama keindahan kulit. Kolagen dalam tulang akan dipecah menjadi gelatin dan mudah dicerna tubuh sehingga bermanfaat bagi kulit.

Agar manfaatnya lebih optimal, disarankan untuk mendiamkan dulu sup tulang sebelum diasup. Proses ini akan membuat mineral yang terkandung di dalam tulang, seperti kalsium, magnesium, dan sumsum, lebih mudah diserap tubuh. 

Panaskan sup satu kali saja dan dalam suhu tidak terlalu panas, atau sekitar 60 derajat agar bakterinya mati. Ini berarti, pisahkan sup dalam panci kecil setiap kali akan dipanaskan.

Makanan lain yang nilai nutrisinya lebih tinggi jika tidak dikonsumsi setelah matang adalah kentang. Kentang yang didinginkan dulu setelah dimasak akan memiliki kandungan zat pati lebih banyak. 

Zat pati tersebut diketahui memiliki manfaat, seperti serat pangan, yang membantu mencegah kanker kolon, meningkatkan rasa kenyang, bahkan mengurangi cadangan lemak.

Demikian pula halnya dengan pasta. Konsumsi makanan ini setelah dipanaskan ternyata membuat gula darah tidak terlalu tinggi. Ini berarti cukup aman bagi penderita diabetes.

"Pasta yang baru dimasak adalah karbohidrat yang akan dipecah menjadi gula di usus. Ini akan meningkatkan kadar gula darah, menyebabkan lonjakan kadar insulin. Fluktuasi seperti ini lama-kelamaan akan memicu diabetes melitus," kata Sam Christie, peneliti makanan.

Nah, mendinginkan lalu menghangatkan kembali pasta sebelum disantap menurut Christie akan membuatnya lebih resistan terhadap enzim normal di usus. 

"Pati resistan ini memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak cepat menaikkan kadar gula darah," katanya. 

November 28, 2014

Mau Diet, Jangan Takut Makan Nasi

No comments :
Bagi mereka yang takut akan gemuk, kadang menghindari konsumsi karbohidrat. Apalagi yang sedang menjalankan program penurunan berat badan atau diet, pasti mengurangi makan yang namanya nasi.

Menurut Ahli Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rahmi Dwi Hapsari, S. Si. T, S.Gz, karbohidrat merupakan sumber penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama nasi. Bagaimanapun juga, tanpa karbohidrat tubuh tidak akan kuat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

"Yang tidak boleh itu bukan nasi atau sumber karbohidrat lainnya, melainkan penggabungan di antara keduanya. Misalnya, makan nasi `lauk`-nya mie. Atau nasi, mie dicampur kentang. Itu yang nggak boleh," kata Rahmi.

Rahmi menyarankan untuk memilih sumber karbohidrat yang masih murni, dan minim proses pengolahan. "Tepung-tepungan yang halus, sudah melewati proses pengolahan cukup panjang, sehingga seratnya sudah sangat sedikit," kata Rahmi.

Beras merah, lanjut Rahmi, merupakan sumber karbohidrat yang mengandung tinggi serat, karena minim proses pengolahan. Atau gandum, yang tak kalah sehat dari beras merah.

Intinya, Rahmi tidak manyarankan untuk menghilangkan karbohidrat dalam menu sehari-hari. Karbohidrat adalah sumber energi, yang akan membuat kita lemas bila tidak mengonsumsinya.

"Atau yang benar adalah menguranginya. Tapi, harus diingat juga, pengurangan di setiap individu berbeda-beda," kata Rahmi.

Namun demikian, bila ingin memiliki berat badan ideal, jangan hanya berasal dari makanan yang disantap saja, melainkan juga aktivitas fisik berupa olahraga.

"Kalau anak-anak, tanpa disuruh pun mereka sudah melakukan aktivitas fisik, yaitu bermain. Sedangkan orang dewasa, harus membakar yang sudah dimakan dengan berolahraga," kata Rahmi menekankan.

Liputan6