Showing posts with label kabinet kerja. Show all posts
November 19, 2014
BBM Naik, Menkes Jamin Obat-obatan Tak Akan Naik Lebih Dari 1 Persen
Unknown
Wednesday, November 19, 2014
BBM
,
kabinet kerja
,
menteri kesehatan
,
Nila Moeloek
,
obat-obatan
,
pakar
,
sehat
No comments
:
Setelah Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, mungkin banyak yang menyatakan akan berimbas ke seluruh sektor, tak terkecuali sektor kesehatan. Ditakutkan bahwa dengan naiknya harga BBM, harga obat-obatan serta alat kesehatan juga akan ikut naik.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Prof Nila F Moeloek, SpM(K) mengatakan bahwa kenaikan harga obat memang tidak dapat dihindari. Hal ini dikarenakan bahwa pembelian obat tentunya sudah termasuk dengan ongkos angkut atau transportasi.
"Ada (imbas kenaikan BBM pada harga obat). Tetapi kami sudah menghitung karena satu paket obat dengan biaya angkutan," tutur Menkes Nila ketika ditemui usai konferensi pers the 2nd Health Research and Development Symposium Asia Pacific Region di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa 18 November 2014.
Meski naik, Menkes Nila menjamin kenaikan tidak akan besar. Bahkan dikatakan kenaikan harga obat tidak akan lebih dari satu persen.
"Memang naik, tetapi tidak lebih dari satu persen," tegas Menkes Nila.
Soal kenaikan pada harga alat kesehatan, Menkes Nila mengatakan bahwa faktor produsen juga memiliki pengaruh. Jika alat kesehatan yang dibeli berasal dari luar negeri, tentunya tidak akan berubah harganya karen dibeli menggunakan dolar.
Namun jika alat kesehatan diproduksi dari dalam negeri, Menkes Nila mengatakan bahwa faktor bahan baku juga dapat mempengaruhi harga. "Alat kesehatan saya kira kalau import pakai dolar. Kalau buatan sini tergantung bahan bakunya," tutupnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan pengurangan subsidi untuk BBM di Istana Negara, Senin (17/11) malam kemarin. Harga bensin premium yang semula Rp 6.500 naik menjadi Rp 8.500. Sementara solar yang sebelumnya Rp 5.500 naik menjadi Rp 7.500.
Detik
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Prof Nila F Moeloek, SpM(K) mengatakan bahwa kenaikan harga obat memang tidak dapat dihindari. Hal ini dikarenakan bahwa pembelian obat tentunya sudah termasuk dengan ongkos angkut atau transportasi.
"Ada (imbas kenaikan BBM pada harga obat). Tetapi kami sudah menghitung karena satu paket obat dengan biaya angkutan," tutur Menkes Nila ketika ditemui usai konferensi pers the 2nd Health Research and Development Symposium Asia Pacific Region di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa 18 November 2014.
Meski naik, Menkes Nila menjamin kenaikan tidak akan besar. Bahkan dikatakan kenaikan harga obat tidak akan lebih dari satu persen.
"Memang naik, tetapi tidak lebih dari satu persen," tegas Menkes Nila.
Soal kenaikan pada harga alat kesehatan, Menkes Nila mengatakan bahwa faktor produsen juga memiliki pengaruh. Jika alat kesehatan yang dibeli berasal dari luar negeri, tentunya tidak akan berubah harganya karen dibeli menggunakan dolar.
Namun jika alat kesehatan diproduksi dari dalam negeri, Menkes Nila mengatakan bahwa faktor bahan baku juga dapat mempengaruhi harga. "Alat kesehatan saya kira kalau import pakai dolar. Kalau buatan sini tergantung bahan bakunya," tutupnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan pengurangan subsidi untuk BBM di Istana Negara, Senin (17/11) malam kemarin. Harga bensin premium yang semula Rp 6.500 naik menjadi Rp 8.500. Sementara solar yang sebelumnya Rp 5.500 naik menjadi Rp 7.500.
Detik
November 07, 2014
Nila Moeloek Kagumi Perjuangan Ainun Habibie
Unknown
Friday, November 07, 2014
Ainun Habibie
,
BJ Habibie
,
HKN
,
kabinet kerja
,
Kagum
,
Kementerian Kesehatan
,
Nila Moeloek
,
pakar
,
sehat
No comments
:
Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang melakukan
ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, dalam rangka memperingati Hari
Kesehatan Nasional (HKN) ke-50, dengan menaburkan bunga kesalah satunya mendiang
istri BJ Habibie, Hasri Ainun Habibie.
Nila menilai sosok mendiang istri mantan
presiden ke-3 RI ini, berjasa bagi bangsa terutama di bidang mata. Semasa
hidupnya, mendiang Ainun mendirikan bank mata yang berguna bagi nusa bangsa.
Perjuangan itu membuat Nila kagum dan tepat
pada Hari Kesehatan Nasional ke-50. Dirinya pun menyempatkan berdoa dan tabur
bunga di pusara mendiang istri BJ Habibie ini.
Meski
sudah berdiri, proses donor mata di Indonesia masih belum bisa berjalan baik.
Banyak kendala yang didapat, terutama dalam urusan peraturan agama. Nila pun
sangat menyayangkan hal tersebut.
"Donor
mata masih banyak kendala terutama soal norma agama. Masuk MUI susah
sekali," ucap Nila di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2014).
Kendati
demikian, Nila sangat berharap besar adanya pendonor mata untuk mengisi bank
mata, sekaligus mengenang perjuangan mendiang Ainun Habibie.
"Dalam
sebulan, dapatnya cuma satu atau dua saja. Jika ada orang yang mau mendonor,
kami sangat bersyukur," tutupnya.
November 05, 2014
Berhenti Merokok, Susi Pudjiastuti Dapat Apresiasi Menkes
Unknown
Wednesday, November 05, 2014
kabinet kerja
,
Menteri Kelautan dan Perikanan
,
menteri kesehatan
,
Nila Moeloek
,
pakar
,
rokok
,
sehat
,
Susi Pudjiastuti
No comments
:
Keputusan
yang diambil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin berhenti
merokok, mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Apalagi di
komplek Istana Merdeka dilarang merokok.."Kementerian Kesehatan sangat apresiasi beliau yang sudah mulai berhenti merokok. Dan saya sudah mengirim surat untuk mengucapkan terimakasih," kata Nila di sela-sela temu media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu 5 November 2014.
Nila menyampaikan, niat baik bos Susi Air ini bisa berdampak baik bukan hanya untuk masyarakat tapi buat dirinya sendiri.
"Sekali lagi saya sampaikan kepada kita dulu yang penting kita jangan mendidik anak kita merokok," tukasnya.
Ini Saran Menkes Nila Moeloek Supaya Tetap Sehat
Unknown
Wednesday, November 05, 2014
kabinet kerja
,
menteri kesehatan
,
Nila Moeloek
,
pakar
,
sehat
No comments
:
Terkadang kita menganggap remeh tingkat kondisi tubuh, sehingga malas untuk melakukan konsultasi dengan dokter, dalam hal ini, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengimbau masyarakat untuk dapat menjaga
kesehatan dan mengutamakan tindakan promotif dan preventif kesehatan.
"Pertama jaga kesehatan kita, itu
dulu dilakukan. Kita harus sehat, harus produktif," kata Menkes usai
melakukan ziarah dan tabur bunga kepada pahlawan kesehatan di TMPN Kalibata,
Jakarta Selatan, Selasa untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2014.
Apalagi dengan diluncurkannya Kartu
Indonesia Sehat (KIS) oleh Presiden Joko Widodo, maka Menkes berharap agar
masyarakat tidak menunggu hingga sakitnya parah untuk datang ke layanan
kesehatan.
"Setiap orang yang belum punya
akses ke layanan kesehatan sekarang tercover (tercakup, red). Artinya mereka
punya kartu, mereka bisa datang ke layanan kesehatan. Saya minta betul agar
disosialisasikan agar jangan memakai kartu itu menunggu sakit dulu," ujar
Nila.
Lebih lanjut, Menkes juga menganjurkan
agar masyarakat terutama kaum perempuan untuk melakukan deteksi dini kesehatan.
"Jika kita agak khawatir, kita
mulai dengan 'screening', deteksi dini. Jika sakit, segera diperiksakan, jangan
menunggu parah," pesannya.
Menkes memimpin upacara penghormatan
sebelum melakukan tabur bunga di makam dua mantan menkes yang dikuburkan di TMP
Kalibata yaitu Soewardjono Suryaningrat yang merupakan Menkes periode 1978-1988
serta Sujudi sebagai Menkes periode 1993-1998.
Nila juga mengunjungi makam Hasri
Ainun Habibie yang merupakan dokter mata dan istri mantan Presiden BJ Habibie.
Hari Kesehatan Nasional diperingati
setiap tanggal 12 November dan untuk tahun 2014 mengambil tema "Sehat
Bangsaku Sehat Negeriku".
November 04, 2014
Untuk Sukses Tak Mesti Sekolah Seperti Susi Pudjiastuti
Unknown
Tuesday, November 04, 2014
kabinet kerja
,
Menteri Kelautan dan Perikanan
,
pakar
,
sehat
,
sukses
,
Susi Pudjiastuti
No comments
:
Siapa yang tidak mau sukses dan dikenal banyak orang. Tapi semua itu
butuh perjuangan serta pengalaman. Kita bisa lihat banyak contoh orang-orang
sukses, salah satunya dialami Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menginspirasi
banyak orang.
Bukan untuk mengajak tidak
sekolah, melainkan memanfaatkan pendidikan informal sebagai sebuah ajang
belajar memperluas pengetahuan yang diperoleh dari bangku sekolah.
Ada banyak cara orang belajar. Salah
satu cara yang dipilih banyak orang adalah dengan menjalani pendidikan formal
di sekolah. Melalui sekolah dengan berbagai fasilitas di dalamnya, berbagai
cara terstruktur telah disediakan untuk mengantar orang menuju keberhasilan
dalam hidupnya.
Faktanya, tidak semua orang dapat
bersekolah. Meskipun telah ada program wajib belajar di negri ini, banyak anak
yang tetap mengalami kesulitan.
Nah, Ciri-ciri para pembelajar mandiri yang dapat berhasil meskipun
tidak atau minim mengenyam pendidikan formal di sekolah antara lain adalah
sebagai berikut:
1. Memiliki impian yang kuat
Ciri pertama orang-orang seperti ini adalah memiliki impian atau biasa disebut visi yang sangat kuat dalam hidupnya. Berbagai impian yang mungkin dimilikinya mulai yang cenderung berpusat pada diri misalnya ingin keluar dari jerat kemiskinan (ekonomi, sosial, atau pengetahuan) atau ingin dihargai hingga yang memiliki unsur untuk kepentingan di luar dirinya misalnya membahagiakan keluarga atau mengangkat kesejahteraan warga di tempat tinggalnya. Visi yang dimiliki tersebut hidup dengan begitu kuat dalam dirinya dan mampu meluluhlantakkan hambatan yang bagi banyak orang akan segera menghentikan langkah-langkah mereka. Visi atau mimpi mereka yang begitu kuat umumnya terlahir dari suatu pengalaman yang mengesankan di masa lalu. Kesan akan pengalaman inilah yang menjadi bahan bakar mereka untuk terus bertahan menggapai impian dalam kehidupannya.
1. Memiliki impian yang kuat
Ciri pertama orang-orang seperti ini adalah memiliki impian atau biasa disebut visi yang sangat kuat dalam hidupnya. Berbagai impian yang mungkin dimilikinya mulai yang cenderung berpusat pada diri misalnya ingin keluar dari jerat kemiskinan (ekonomi, sosial, atau pengetahuan) atau ingin dihargai hingga yang memiliki unsur untuk kepentingan di luar dirinya misalnya membahagiakan keluarga atau mengangkat kesejahteraan warga di tempat tinggalnya. Visi yang dimiliki tersebut hidup dengan begitu kuat dalam dirinya dan mampu meluluhlantakkan hambatan yang bagi banyak orang akan segera menghentikan langkah-langkah mereka. Visi atau mimpi mereka yang begitu kuat umumnya terlahir dari suatu pengalaman yang mengesankan di masa lalu. Kesan akan pengalaman inilah yang menjadi bahan bakar mereka untuk terus bertahan menggapai impian dalam kehidupannya.
2.
Mandiri
Dalam banyak kasus, dukungan seringkali menjadi hal yang tidak mudah didapatkan para pembelajar yang minim pendidikan formal ini. Akibatnya, selain minimnya dukungan sosial, fasilitas lain yang mendukung mereka dalam proses belajar misalnya program yang terstruktur, materi, peralatan, termasuk dukungan finansial juga sering menjadi hal yang langka. Oleh karenanya, keberhasilan yang diraih pada umumnya disebabkan oleh kemampuannya untuk menjadi mandiri. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal yang seringkali terbilang sulit tanpa terlalu tergantung dari pihak luar.
Dalam banyak kasus, dukungan seringkali menjadi hal yang tidak mudah didapatkan para pembelajar yang minim pendidikan formal ini. Akibatnya, selain minimnya dukungan sosial, fasilitas lain yang mendukung mereka dalam proses belajar misalnya program yang terstruktur, materi, peralatan, termasuk dukungan finansial juga sering menjadi hal yang langka. Oleh karenanya, keberhasilan yang diraih pada umumnya disebabkan oleh kemampuannya untuk menjadi mandiri. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal yang seringkali terbilang sulit tanpa terlalu tergantung dari pihak luar.
3.
Berani mengambil risiko
Para pembelajar mandiri adalah sosok yang berani mengambil risiko dalam hidupnya. Di saat orang lain memilih mundur ketika mengadapi suatu situasi sulit, orang-orang seperti ini justru memilih untuk tetap maju. Tentunya keberanian ini bukan sekedar sikap nekat. Mereka memiliki pertimbangan tersendiri dalam langkah-langkahnya.
Para pembelajar mandiri adalah sosok yang berani mengambil risiko dalam hidupnya. Di saat orang lain memilih mundur ketika mengadapi suatu situasi sulit, orang-orang seperti ini justru memilih untuk tetap maju. Tentunya keberanian ini bukan sekedar sikap nekat. Mereka memiliki pertimbangan tersendiri dalam langkah-langkahnya.
4.
Kepribadian pantang menyerah
Ciri lain para pembelajar mandiri yang berhasil ini adalah adanya kepribadian yang pantang menyerah. Orang-orang ini umumnya mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya melewati proses yang sulit bahkan lebih sulit dibanding kebanyakan orang. Kegagalan demi kegagalan acapkali harus dialami. Meskipun demikian, kesulitan bahkan kegagalan itu tidak mampu menghentikan mereka. Kepribadian yang pantang menyerah tersebut pada akhirnya mampu membawa mereka pada keberhasilan dalam hidupnya
Ciri lain para pembelajar mandiri yang berhasil ini adalah adanya kepribadian yang pantang menyerah. Orang-orang ini umumnya mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya melewati proses yang sulit bahkan lebih sulit dibanding kebanyakan orang. Kegagalan demi kegagalan acapkali harus dialami. Meskipun demikian, kesulitan bahkan kegagalan itu tidak mampu menghentikan mereka. Kepribadian yang pantang menyerah tersebut pada akhirnya mampu membawa mereka pada keberhasilan dalam hidupnya
5.
Kemampuan belajar lewat pengalaman
Pengalaman adalah salah satu sarana belajar yang berharga. Dalam pendidikan formal di sekolah, para siswa telah difasilitasi untuk belajar lewat berbagai pengalaman baik pengalamannya sendiri ataupun pengalaman orang lain yang pada umumnya telah distrukturkan sehingga relatif lebih mudah dipelajari. Berbeda dengan para siswa tersebut, para pembelajar mandiri tidak difasilitasi oleh pengalaman yang terstruktur. Mereka yang juga memiliki pengalaman dalam hidupnya sendiri atau lewat melihat pengalaman orang lain harus membuat struktur yang cocok untuk mereka sendiri sehingga kemudian dapat dijadikan suatu pelajaran dalam hidupnya. Kemampuan ini menjadi kemampuan yang sebenarnya membutuhkan kecerdasan yang relatif tinggi
Pengalaman adalah salah satu sarana belajar yang berharga. Dalam pendidikan formal di sekolah, para siswa telah difasilitasi untuk belajar lewat berbagai pengalaman baik pengalamannya sendiri ataupun pengalaman orang lain yang pada umumnya telah distrukturkan sehingga relatif lebih mudah dipelajari. Berbeda dengan para siswa tersebut, para pembelajar mandiri tidak difasilitasi oleh pengalaman yang terstruktur. Mereka yang juga memiliki pengalaman dalam hidupnya sendiri atau lewat melihat pengalaman orang lain harus membuat struktur yang cocok untuk mereka sendiri sehingga kemudian dapat dijadikan suatu pelajaran dalam hidupnya. Kemampuan ini menjadi kemampuan yang sebenarnya membutuhkan kecerdasan yang relatif tinggi
6.
Kepercayaan diri yang tinggi
Di beberapa kelompok masyarakat, orang yang tidak atau minim mengenyam pendidikan formal di sekolah pada umumnya menduduki posisi sosial dan ekonomi yang relatif rendah. Mereka yang sering diberi label “orang yang tidak berpendidikan” tersebut banyak dipandang sebelah mata. Posisi dan label tersebut bagi banyak orang sering menimbulkan perasaan minder dan menghambat pekerjaan mereka. Hal ini tidak terjadi pada para pembelajar mandiri. Label negatif yang sering mereka dapatkan tersebut mampu mereka kompensasikan sehingga bukannya menghambat namun justru melipatgandakan kerja mereka.
Di beberapa kelompok masyarakat, orang yang tidak atau minim mengenyam pendidikan formal di sekolah pada umumnya menduduki posisi sosial dan ekonomi yang relatif rendah. Mereka yang sering diberi label “orang yang tidak berpendidikan” tersebut banyak dipandang sebelah mata. Posisi dan label tersebut bagi banyak orang sering menimbulkan perasaan minder dan menghambat pekerjaan mereka. Hal ini tidak terjadi pada para pembelajar mandiri. Label negatif yang sering mereka dapatkan tersebut mampu mereka kompensasikan sehingga bukannya menghambat namun justru melipatgandakan kerja mereka.
7.
Memiliki kemampuan sosial yang tinggi
Para pembelajar mandiri yang berhasil dalam area hidup yang berhubungan dengan orang lain memiliki sebuah modal berharga yakni kemampuan sosial. Dalam banyak kasus, mereka awalnya memang sering dianggap sebagai orang yang unik bahkan sulit. Pandangan ini muncul karena umumnya para pembelajar mandiri terbiasa bekerja dengan standar yang berbeda, biasanya lebih tinggi. Meskipun demikian, para pembelajar mandiri yang pada akhirnya mencapai keberhasilan biasanya mampu menunjukkan bahwa cara kerjanya dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan yang lainnya. Hal ini akan menjadi salah satu bukti yang akan membuat mereka pada akhirnya akan dihargai secara sosial termasuk dalam tim kerjanya sendiri.
Para pembelajar mandiri yang berhasil dalam area hidup yang berhubungan dengan orang lain memiliki sebuah modal berharga yakni kemampuan sosial. Dalam banyak kasus, mereka awalnya memang sering dianggap sebagai orang yang unik bahkan sulit. Pandangan ini muncul karena umumnya para pembelajar mandiri terbiasa bekerja dengan standar yang berbeda, biasanya lebih tinggi. Meskipun demikian, para pembelajar mandiri yang pada akhirnya mencapai keberhasilan biasanya mampu menunjukkan bahwa cara kerjanya dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan yang lainnya. Hal ini akan menjadi salah satu bukti yang akan membuat mereka pada akhirnya akan dihargai secara sosial termasuk dalam tim kerjanya sendiri.
Jadi jangan heran bila Menteri Susi Pudjiastuti bisa sukses seperti
sekarang. Dan bisa jadi banyak orang lain yang seperti dia juga.
Y.
Heri Widodo, M.Psi., Psikolog
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Pemilik Taman Bermain dan Belajar Kerang Mutiara Yogyakarta
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Pemilik Taman Bermain dan Belajar Kerang Mutiara Yogyakarta
October 29, 2014
Keluarga di Sinabung Jadi Percontohan KIS Awal November Ini
Unknown
Wednesday, October 29, 2014
Jokowi
,
kabinet kerja
,
Kartu Indonesia Sehat
,
sehat
,
Sinabung
No comments
:
Program Kartu Indonesia
Sehat (KIS) yang dulu dikampanyekan oleh Joko Widodo saat mencalonkan diri jadi
presiden menjadi program awal yang diprioritaskan oleh menteri-menterinya yang
tergabung di Kabinet Kerja. KIS adalah salah satu program andalan Presiden
Jokowi untuk mengatasi masalah kesehatan rakyat Indonesia.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) beserta kementerian terkait lainnya pada Rabu 29 Oktober 2014, melakukan rapat koordinasi pertama untuk membicarakan hal tersebut.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan program KIS akan segera diluncurkan pada awal bulan November 2014. Rencananya Presiden Jokowi akan memberikan KIS kepada warga Sinabung yang sedang dilanda bencana.
"500 Kepala keluarga di Sinabung akan menjadi uji coba dari KIS di mana saat pengujian berlangsung dengan baik, nantinya saat peluncuran bisa diakses seluruh rakyat Indonesia dengan baik," kata Puan saat ditemui pada jumpa pers di gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Merdeka Barat No 3, Jakarta Pusat.
Untuk masalah detail seperti anggaran dan jumlah peserta KIS nantinya, Puan mengatakan masih akan membahas hal tersebut lebih jauh pada rapat berikutnya. KIS dikatakan oleh Puan yang jelas akan dilakukan secara bertahap.
"Saat ini kami akan prioritaskan keluarga prasejahtera yang kemarin belum tercover oleh JKN. Itu yang akan kami prioritaskan untuk kemudian bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat pada program prioritas pemerintahan minggu depan," papar Puan.
Dari contoh KIS yang diterapkan di Sinabung, nantinya hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pemerintah. Hal tersebut dikatakan Puan agar saat diluncurkan secara nasional, KIS dapat mengatasi keinginan-keinginan kesehatan masyarakat.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) beserta kementerian terkait lainnya pada Rabu 29 Oktober 2014, melakukan rapat koordinasi pertama untuk membicarakan hal tersebut.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan program KIS akan segera diluncurkan pada awal bulan November 2014. Rencananya Presiden Jokowi akan memberikan KIS kepada warga Sinabung yang sedang dilanda bencana.
"500 Kepala keluarga di Sinabung akan menjadi uji coba dari KIS di mana saat pengujian berlangsung dengan baik, nantinya saat peluncuran bisa diakses seluruh rakyat Indonesia dengan baik," kata Puan saat ditemui pada jumpa pers di gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Merdeka Barat No 3, Jakarta Pusat.
Untuk masalah detail seperti anggaran dan jumlah peserta KIS nantinya, Puan mengatakan masih akan membahas hal tersebut lebih jauh pada rapat berikutnya. KIS dikatakan oleh Puan yang jelas akan dilakukan secara bertahap.
"Saat ini kami akan prioritaskan keluarga prasejahtera yang kemarin belum tercover oleh JKN. Itu yang akan kami prioritaskan untuk kemudian bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat pada program prioritas pemerintahan minggu depan," papar Puan.
Dari contoh KIS yang diterapkan di Sinabung, nantinya hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pemerintah. Hal tersebut dikatakan Puan agar saat diluncurkan secara nasional, KIS dapat mengatasi keinginan-keinginan kesehatan masyarakat.
October 28, 2014
Menkes Era Jokowi Akan Fokus Pencegahan Penyakit
Unknown
Tuesday, October 28, 2014
Jokowi
,
kabinet kerja
,
menteri kesehatan
,
Nila Moeloek
,
pakar
No comments
:
Nila Djuwita Moeloek yag terpilih sebagai
Menteri Kesehatan saat diumumkan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, pada
Minggu 26 Oktober 2014, belum bisa menjelaskan program-programnya, yang jelas
dia akan lebih mengedepankan promosi dan pencegahan penyakit dalam
program-program kementrian kesehatan.
"Sebenarnya kesehatan itu bagaimana menjaga kesehatan. Pencegahan penyakit lebih baik, karena kuratif (pengobatan) akan memakan biaya besar," kata Nila usai diumumkan namanya.
Ia juga ingin lebih memperhatikan nasib para tenaga kesehatan. "Saya seorang tenaga kesehatan. Hukumnya wajib membela kesehatan," ungkap Nila soal fokus kerjanya di pemerintahan Jokowi-JK ini.
Nila dipilih oleh Presiden Jokowi karena dianggap sarat pengalaman. "Ia adalah senior yang sangat berpengalaman," katanya ketika memperkenalkan Nila di hadapan wartawan kemarin.
Nila memang memiliki pengalaman yang cukup di bidang kesehatan. Guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sekarang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.
Problem universal yang ingin ditanggulangi oleh program MDGs ini adalah kemiskinan absolut, belum terjangkaunya pendidikan, masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, rendahnya kesehatan anak, kesenjangan jender, penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lain, kerusakan lingkungan, serta penggalangan kemitraan global.
Nila F Moeloek yang merupakan dokter ahli tumor mata ini bersuamikan dr.Farid Anfasa Moeloek, menteri kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden BJ.Habibie. Mungkin ini adalah yang pertama kalinya suami istri pernah menjabat sebagai menteri kesehatan.
"Sebenarnya kesehatan itu bagaimana menjaga kesehatan. Pencegahan penyakit lebih baik, karena kuratif (pengobatan) akan memakan biaya besar," kata Nila usai diumumkan namanya.
Ia juga ingin lebih memperhatikan nasib para tenaga kesehatan. "Saya seorang tenaga kesehatan. Hukumnya wajib membela kesehatan," ungkap Nila soal fokus kerjanya di pemerintahan Jokowi-JK ini.
Nila dipilih oleh Presiden Jokowi karena dianggap sarat pengalaman. "Ia adalah senior yang sangat berpengalaman," katanya ketika memperkenalkan Nila di hadapan wartawan kemarin.
Nila memang memiliki pengalaman yang cukup di bidang kesehatan. Guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sekarang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.
Problem universal yang ingin ditanggulangi oleh program MDGs ini adalah kemiskinan absolut, belum terjangkaunya pendidikan, masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, rendahnya kesehatan anak, kesenjangan jender, penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lain, kerusakan lingkungan, serta penggalangan kemitraan global.
Nila F Moeloek yang merupakan dokter ahli tumor mata ini bersuamikan dr.Farid Anfasa Moeloek, menteri kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden BJ.Habibie. Mungkin ini adalah yang pertama kalinya suami istri pernah menjabat sebagai menteri kesehatan.
Harapan Baru Bagi Menkes Era Jokowi
Unknown
Tuesday, October 28, 2014
Jokowi
,
kabinet kerja
,
menteri kesehatan
,
Nila Moeloek
,
pakar
No comments
:
Jumlah dokter di Indonesia sudah cukup banyak. Hanya
saja, penyebaran para dokter ini tidak merata. Banyak dokter yang menumpuk di
kota-kota besar. Sementara sejumlah daerah terpencil belum tersentuh pelayanan
kesehatan yang layak karena kurangnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan
yang tidak memadai.
Masalah yang sudah terjadi selama bertahun-tahun itu kini menjadi salah satu
pekerjaan rumah yang harus diatasi Menteri Kesehatan (Menkes) yang baru Nila
Djuwita Moeloek.
"Bu Nila diharapkan bisa
melakukan pemerataan tenaga kesehatan untuk mengisi daerah yang belum ada
dokternya dan juga pemerataan fasilitas kesehatan,"ujar Ketua Pengurus
Besar Ikatan Dokter Indonesia Zaenal Abidin saat dihubungi Kompas.com, Senin
(27/10/2014).
Pemerataan dokter di sejumlah
daerah pun harus didukung peningkatan kemampuan sumber daya manusianya. Perlu
dipikirkan pula kesejahteraan para dokter yang ditugaskan di daerah terpencil.
Zaenal menilai Nila memiliki komitmen dan inovasi untuk pemerataan tenaga
kesehatan di Indonesia.
"Memeratakan pelayanan
kesehatan tidak gampang. Anggaran juga dipikirkan. Bu Nila bisa koordinasi
dengan lintas sektor terkait," kata Zaenal.
Menurut Zaenal, Guru Besar
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu memang pantas menduduki posisi
menteri kesehatan karena telah memiliki banyak pengalaman di bidang kesehatan.
Sosok Nila sendiri dikenal Zaenal sebagai pribadi yang baik dan terbuka
menerima masukan dari banyak pihak.
"Beliau rajin mendengar pendapat
orang lain. Dia profesor, tapi tidak merasa pintar sendiri," kata Zaenal.
Nila telah resmi menjabat Menteri
Kesehatan periode 2014-1019 setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di
Istana Negara, Jakarta, siang tadi. Nila menggantikan posisi Nafsiah Mboi yang
berakhir masa jabatannya.
Nama Nila Moeloek memang tidak
asing di dunia kesehatan. Terlebih, dokter spesialis mata ini pernah
diproyeksikan menjadi menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu II era
Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa alasan yang jelas, ia batal dilantik meski
sudah mengikuti proses seleksi. Akhirnya Nila dipercaya menjadi Utusan Khusus
Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.
October 26, 2014
Mengenal Nila Moeloek Menkes Era Jokowi
Unknown
Sunday, October 26, 2014
Jokowi
,
kabinet kerja
,
menteri kesehatan
,
pakar
,
sosok
No comments
:
![]() |
Pada pengumuman resmi
kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 26 Oktober 2014, Presiden
Jokowi menunjukan Prof Dr Nila Djuwita Anfasa Moeloek SpM(K) sebagai Menteri Kesehatan
(Menkes), dari 34 menteri.
Nila yang masuk
kementerian Jokowi-JK, menggantikan Nafsiah Mboi pada kabinet Indonesia Bersatu
II era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat diperkenalkan Jokowi, Nila
seorang yang kaya pengalaman, “Ia adalah senior yang sanga berpengalaman.”
Perempuan kelahiran Jakarta,
11 April 1949 ini ditujukan sebagai Menkes, setelah melewat proses seleksi,
yang berkasnya diperiksa KPK, dan dinyatakan bersih dari korupsi.
Perjalanan karier
Nila yang merupakan seorang ahli penyakit mata, di RSCM Kirana Jakarta dan menjadi
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Dalam hal ini, Nila
ternyata mengikuti jejak suaminya dr Farid Anfasa Moelok, yang merupalan
Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan di masa kepemimpinan
Presiden BJ Habibie.
Selain itu, Nila yang
sudah dikaruniai tiga anak, M Reiza, Puti Alifah dan Puti Annisa, juga pernah
dipercayai menjadi utusan khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals
(MDGs) periode 2009-2014.
Adapun program MDGs
ini, menangani menyangkut dengan kemiskinan absolut, belum terjangkaunya
pendidikan, tingginya angka kematian ibu melahirkan, rendahnya kesehatan anak,
kesenjangan jender, penyakit HIV/AIDS serta penyakit penular lainnya, kerusakan
lingkungan dan penggalangan kemitraan global.
Dengan kinerja serta banyaknya
pengalaman yang diperoleh Nila, sehingga cukup dipercaya Jokowi untuk
mengembankan tugas-tugasnya dikementerian kesehatan.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



.jpg)

